MENDAGRI: PERLU PENATAAN SOSIAL HADAPI KEKERASAN ORMAS

        Pangkalanbaru, Bangka Tengah, 8/5 (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan, perlu dilakukan penataan sosial untuk menanggulangi kekerasan yang akhir-akhir ini marak terjadi di masyarakat yang melibatkan organisasi kemasyarakatan.

        "Perlu dilakukan penataan sosial, untuk menanggulangi kekerasan yang sering melibatkan ormas," kata Mendagri, saat ditemui di Pangkalpinang dalam rangkaian pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur baru Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa.

        Penataan sosial itu, menurut Mendagri, adalah adanya perombakan pola pikir dalam masyarakat sendiri mengenai kekerasan.

        "Harus ada perubahan 'mindset' di masyarakat, semua pihak harus mulai menahan diri, jangan hanya karena perkara kecil langsung jadi saling mengejek lalu tuduh menuduh," kata Gamawan.

        Berkaitan penanganan kekerasan, Mendagri mengatakan, hal tersebut merupakan kewenangan pihak kepolisian.

        "Kalau terkait gangguan keamanan, itu sudah menjadi kewenangan kepolisian, tapi kalau itu sudah terjadi di skala nasional maka Kementerian akan turun tangan," kata Mendagri lagi.

        Sebelumnya, beberapa bentrok antarwarga terjadi di beberapa daerah, termasuk Solo.

        Di Solo, salah satu kelompok, sebuah ormas di Solo, membalas menyerbu kelompok lawannya di Kampung Sewu dengan membawa senjata tajam dan melemparkan benda menyerupai bom yang meledak di sudut gang di Jalan RE Martadinata Kampung Sewu, Jebres.

        Rombongan kelompok ormas sekitar 200-an orang menyerbu ke Kampung Sewu dan mereka keliling di jalan-jalan sempit di daerah itu, sebelum dihalau oleh anggota Polresta Surakarta.

        Kekerasan dan aksi massa juga terjadi di sejumlah daerah lainnya, baik antarkelompok warga, warga dengan pihak aparat dan pemerintah daerah maupun perusahaan/swasta.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News