Meriam Peradong

Simpangteritip(21/06), Sebuah meriam kuno peninggalan zaman Belanda tergeletak di pinggir muara Sungai Pelangas Desa Peradong Kecamatan Simpangteritip Kabupaten Bangka Barat. Pada kesempatan ini Kabid Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Sastrawan A. Rani, S. Ip didampingi oleh Kasi Kessos Kecamatan Simpangteritip, Sukarman, S.Ipem dan Sekdes Peradong, Syaridun mengunjungi lokasi meriam itu berada, Senin kemarin.

 Menurut sumber berita dari Sekdes Peradong, Syaridun, kepastian asal usul meriam itu tidak pasti namun diperkirakan meriam itu telah berusia ratusan tahun. Syaridun mengungkapkan bahwa sebenarnya meriam itu berjumlah dua buah. Saat ini meriam hanya tinggal satu buah dan satunya lagi masih tertanam di dasar Sungai Pelangas yang belum diketahui pasti letak tertanamnya.

Di zaman Belanda, meriam kuno itu digunakan sebagai tanda keluar masuk kapal pengangkut barang oleh Belanda dikarenakan luas sungai hanya untuk satu kapal, jadi meriam digunakan sebagai tanda kapal yang hendak keluar masuk sungai itu, kisah Syaridun yang didapatnya dari orangtua-orangtua setempat.

Meriam kuno yang dapat dikategorikan sebagai benda cagar budaya Kabupaten Bangka Barat ini memiliki panjang 120 cm, dengan lingkaran moncong depan berdiameter 30 cm, lingkaran tengah berdiameter 20 cm, dan buritan belakang berdiameter 30 cm.

 

Sumber: 
Infokom
Penulis: 
Infokom