MUI MUNTOK PASTIKAN DAGING PASAR HALAL

Muntok, Bangka Barat, 20/10 (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Muntok, Provinsi Bangka Belitung, membina sejumlah pedagang daging di Pasar Muntok untuk memastikan dagangannya halal.

"Kami mengupayakan agar para pedagang menjajakan dagangannya di atas alas plastik atau dimasukkan ke dalam tempat khusus dan tidak diletakkan begitu saja diatas meja pasar," ujar Ketua MUI Muntok, Mustofa Badwy di Muntok, Kamis.

Ia menjelaskan, banyaknya anjing yang berkaliaran di pasar pada malam hari, tidak menutup kemungkinan naik ke atas meja tempat para pedagang menaruh daging pada pagi harinya sehingga mengakibatkan daging yang dijajakan tidak halal.

Untuk mangantisipasi hal tersebut, katanya, MUI berupaya memberikan penyadaran kepada para pedagang untuk membersihkan dahulu meja-meja yang ada dan memberikan alas untuk menggelar daganganya.

"Kami minta para pedagang untuk menaati imbauan tersebut, karena mayoritas penduduk Muntok beragama Islam yang membutuhkan jaminan bahan makanan yang dibeli halal," ujarnya.

Selain memberikan pembinaan kepada para pedagang di pasar, menurut dia, MUI Muntok juga memberikan pengarahan kepada para pemilik tempat pemotongan hewan yang ada di kota tersebut agar mengikuti peraturan dan tata cara pemotongan hewan.

Pembinaan tersebut, katanya, agar para pemilik tempat pemotongan hewan memahami dan memperlakukan hewan yang akan disembelih dengan baik sehingga daging hewan tersebut halal untuk dikonsumsi masyarakat.

"Kami bersama Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Barat sudah mendatangi beberapa tempat pemotongan hewan untuk memastikan tempat tersebut layak, aman dan halal," ujarnya.

Ia mengimbau, para pemilik rumah pemotongan hewan agar memberikan pagar keliling sehingga anjing tidak bisa masuk ke tempat tersebut, karena masih ada beberpa yang belum memagari tempatnya.

Menurut dia, secara berkala MUI akan terus memberikan pembinaan kepada para pedagang di pasar Muntok dan tempat penyembelihan hewan untuk menjamin bahwa daging yang dijual benar-benar halal dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Sementara itu, menghadapi Idul Adha 1432 Hijriyah, katanya MUI Muntok telah menyiapkan beberapa petugas untuk memantau di beberapa Masjid untuk memastikan para petugas penyembelih hewan kurban melakukan tugasnya dengan benar.

Ia mengatakan, ada beberapa syarat tertentu dalam memperlakukan hewan kurban seperti memperlakukan binatang kurban dengan baik, menjauhkan pisaunya dari pandangan binatang kurban, menghadapkan binatang kurban ke arah Kiblat, dan lainnya.

Selain itu, hewan kurban harus hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, untuk umurnya sapi berusia 2 tahun, kambing berusia 1 tahun dan domba berusia 6 bulan dan tidak cacat.

"Hal ini selalu kami lakukan setiap tahun agar para penyembelih hewan kurban memahami dan memperlakukan hewan kurban dengan benar sehingga daging kurban halal untuk dibagikan dan dikonsumsi masyarakat," ujarnya.

Sumber: 
Infokom
Penulis: 
Infokom