MUSIM KEMARAU COCOK TANAM HORTIKULTURA

          Muntok, Bangka Barat, 16/5 (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung menyatakan pada musim kemarau, petani masih bisa bercocok tanam karena cocok untuk mengembangkan tanaman hortikultura.

         "Jagung, cabe dan tanaman sayuran lainnya masih bisa ditanam, namun harus disertai penyiraman yang cukup," ujar Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat Saukani, di Muntok, Rabu.

         Meskipun musim kemarau, kata dia, petani dapat mengembangkan tanaman hortikultura sebagai selingan sebelum memasuki masa tanam padi sekaligus untuk menjaga kebersihan lahan agar tidak ditumbuhi tanaman rumput dan tanaman pengganggu lainnya.

         "Pada saat musim kemarau memiliki kelebihan yaitu tanaman jarang diserang hama dan penyakit, tidak seperti musim penghujan yang penyebarannya lebih cepat," ujarnya.

         Namun, menurut Saukani, diharapkan petani tidak terlalu banyak menanam tumbuhan tersebut dan harus memperhitungkan ketersediaan air di embung yang ada karena jenis tanaman tersebut memerlukan air yang cukup.

         Selain itu, diharapkan lahan yang akan ditanami permukaan tanahnya dilapisi mulsa plastik untuk mengurangi penguapan kandungan air dan menjaga kelembaban tanah.

         "Kami ingatkan agar para petani menggunakan mulsa plastik untuk menghindari kerugian karena gagal panen akibat kekeringan," ujarnya.

         Untuk jenis tanaman perkebunan, menurut dia, pada saat musim kemarau tidak akan mengalami perubahan yang berarti karena jenis tanaman perkebunan memiliki akar dalam, namun untuk tanaman holtikultura jelas akan sangat berpengaruh karena akarnya dangkal.

         Saukani menambahkan, untuk mengantisipasi kekurangan air pada saat musim kemarau, Pemkab Bangka Barat pada 2011 telah berhasil membangun 20 unit embung di empat kecamatan yang dipersiapkan untuk petani di musim kemarau.

         "Ketersediaan embung diharapkan mampu membantu petani mendapatkan air," ujarnya.

         Sebanyak 20 embung yang sudah dibangun tersebut terdapat di Kecamatan Kelapa 7 unit, Muntok 6 unit, Simpang Teritip 4 unit dan Tempilang 3 unit.

         "Dengan adanya embung-embung tersebut diharapkan saat musim kemarau dan sulit air, petani tidak kesulitan mendapatkan sumber-sumber air untuk tanaman mereka,¿ ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News