ORANG TUA - GURU KERJA SAMA TANGANI MURID

Toboali, Bangka Selatan, 26/4 (ANTARA) - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Roni menilai orang tua dan guru di sekolah harus bekerja sama menangani murid agar perkembangannya bisa dipantau.

"Kondisi kejiwaan para siswa sekolah menengah pertama (SMP) dalam masa puber atau masih labil dan perlu mendapatkan pengawasan yang serius untuk kelangsungan masa depan mereka," ujarnya di Toboali, Kamis.

Ia menjelaskan, masa puber ini merupakan suatu peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur delapan tahun sampai 21 tahun dan pada anak perempuan biasanya akan mengalami pubertas yang lebih dahulu dibandingkan anak laki-laki pada saat anak berusia delapan sampai 18 tahun.

Anak pada masa seperti ini rasa keingin tahuannya sangat tinggi dan perlu mendapat perhatian orang-orang disekitarnya agar tidak terjerumus oleh pergaulan bebas.

Disatu sisi orang tua tidak bisa mengekang atau terlalu mengurung pergaulan mereka di lingkungan karena akan mengganggu kejiwaan mereka.

Sementara itu, untuk disekolah lebih banyak mendapatkan pendidikan moral yang bisa mengarahkan pikiran mereka kedepan.

"Pendalaman agama semestinya paling ditekankan dalam konsisi siswa seperti ini agar bisa memahami perbuatan baik dan salah," ujarnya.

Ia mengatakan, jika ditemukan siswa yang nakal dan susah diatur di sekolah, semestinya guru harus secepatnya menyampaikan kepada orang tua murid agar mengetahui tingkah laku siswa diluar pengawasan orang tuanya.

Kemudian orang tua di rumah bisa mengambil tindakan anak yang nakal tersebut agar diberikan sangsi ataupun pengarahan yang bisa merubah mereka.

Orang tua di rumah itu yang paling memiliki peran penting kelangsungan generasi penerusnya karena yang paling memiliki wewenang segalanya adalah orang tua.

Sementara itu, untuk para guru hanya bisa mengarahkan anak didiknya, sedangkan kedepannya tergantung lingkungan dan peran serta orang tua.

"Semestinya siswa pada kondisi labil ini harus lebih banyak mendapatkan siraman rohani dan pendidikan agama yang lebih banyak," ujarnya.

Ia mengatakan, kedepannya pemerintah akan merubah pola didik siswa agar tidak lagi ada siswa yang putus sekolah seperti kondisi sekarang ini.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News