PACU PASAR DOMESTIK, KKP SOSIALISASIKAN "GEMARIKAN"

          Jakarta, 1/5 (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah gencar-gencarnya mengupayakan transformasi pembangunan kelautan dan perikanan melalui program industrialisasi perikanan. Seiring itu, salah satu strategi yang dikembangkan untuk mensukseskan  industrialisasi perikanan adalah memperluas akses pasar produk perikanan baik di tingkat global maupun domestik, demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo dalam acara Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (1/5).

         Untuk itu, KKP terus berupaya dalam menjamin produksi perikanan tangkap maupun budidaya sehingga dapat terserap di pasar domestik. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Safari Gemarikan dan Bazar Produk Perikanan. "Kampanye dan bazar ini selain sebagai sarana penjualan juga menjadi sarana yang efektif dalam mempromosikan produk perikanan khususnya yang berasal dari komoditas/produk industrialisasi kepada masyarakat luas," kata Sharif.

         KKP tidak pernah sedikit pun ragu dalam mendukung ketahanan pangan nasional, karena ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak atas pangan yang merupakan salah satu pilar utama hak azasi manusia. Selain itu, melalui ketahanan pangan maka bisa menjadi modal pembentukan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, mandiri dan sejahtera. Sebagai langkah nyata dalam memperluas akses pasar domestik, KKP terus sosialisasikan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya dalam menggairahkan dan mendorong akselerasi peningkatan konsumsi ikan nasional. "Kampanye Gemarikan dinilai dapat dapat meningkatkan indeks per kapita konsumsi ikan dan pemerataan konsumsi ikan di masyarakat, khususnya di Pulau Jawa yang hingga saat ini rata-rata tingkat konsumsi ikannya masih di bawah 20 kg/kapita/tahun," Jelas Sharif.

         Sementara itu, sampai saat ini, konsumsi ikan nasional memiliki kecenderungan naik setiap tahunnya.  Pada tahun 2009, tingkat konsumsi ikan nasional sebesar 29,08 kg/kapita.  Pada tahun 2010 meningkat menjadi 30,47 kg/kapita.  Pada tahun 2011 meningkat menjadi 31,64 kg/kapita/tahun.  Meskipun demikian, hal ini masih di bawah tingkat konsumsi Negara lain seperti Malaysia 45 kg/kapita/tahun dan Thailand 35 kg/kapita/tahun
    Bila ditilik dari konteks pembangunan kelautan dan perikanan, pasar dalam negeri memainkan peran yang sangat penting, yakni sebagai penghela industrialisasi perikanan, basis ketahanan pangan dan gizi nasional serta memiliki forward & backward linkages sangat besar.  "Pasar dalam negeri saat ini menyerap 85 persen volume produksi perikanan nasional," ungkapnya.

         Selain itu, untuk memperbaiki citra produk perikanan di pasar dalam negeri serta meningkatkan konsumsi ikan sekaligus akses pasar dalam negeri, KKP memberi bantuan sarana dan prasarana berupa rantai dingin serta pengolahan dan pemasaran ikan kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Bantuan ini ditujukan untuk mempertahankan mutu produk perikanan dan mengembangkan produk olahan ikan.

         Terkait peningkatan pendapatan masyarakat dan kualitas Sumber Daya Masyarakat (SDM), melalui peningkatan konsumsi ikan diharapkan mampu mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. Berdasarkan data The United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 2011 Indonesia masih berada di urutan 124 dari 187 negara.  Oleh karena itu, Sharif menyampaikan harapannya melalui kampanye Gemarikan dapat menjadi sebuah investasi kesehatan dan perbaikan kualitas sumber daya manusia.

         Selain itu, guna mencetak generasi yang suka makan ikan, Gemarikan akan terus dipromosikan menjadi sebuah gaya hidup (life style) masyarakat Indonesia.  Kampanye Gemarikan ini dimotori oleh Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) yang anggotanya berasal dari instansi terkait baik pemerintah, swasta, akademisi, organisasi keagamaan, professional dan kemasyarakatan serta organisasi wanita.

         Optimisme Sharif bukannya tanpa alasan, karena program Gemarikan dalam implementasinya dilaksanakan secara terstruktur mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota serta melibatkan berbagai instansi terkait yang berasal dari unsur pemerintah, swasta, perguruan tinggi, asosiasi perikanan dan organisasi profesional seperti  Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI).

         Kampanye Gemarikan diharapkan selain dapat menopang industri perikanan dalam negeri, melainkan juga dapat melindungi para nelayan. Selain itu, pola makan yang sehat dengan memasukkan ikan yang dimulai sejak usia dini akan berpengaruh terhadap pola makan dan kesehatan pada masa dewasa. Perlu diketahui, salah satu komponen gizi yang terkandung dalam ikan, menurut peneliti, diduga berperan dalam meningkatkan kecerdasan ialah Docosa-hexaenoicacid (DHA), yang merupakan asam lemak tak jenuh ganda berupa rantai panjang Omega-3, terdiri dari 22 atom karbon, 32 atom hydrogen dan 2 atom oksigen.

         Safari Gemarikan merupakan kegiatan promosi peningkatan konsumsi ikan yang menitikberatkan pada penyampaian informasi dan pemberian edukasi kepada masyarakat tentang makan ikan dan manfaatnya bagi kesehatan, kekuatan dan kecerdasan.  Sementara itu, bazar produk perikanan merupakan kegiatan promosi yang diinisiasi oleh KKP dalam meningkatkan citra produk perikanan sekaligus memfasilitasi para pelaku usaha mempromosikan komoditas/produk perikanan, khususnya yang telah ditetapkan menjadi komoditas/produk perikanan industrialisasi (bandeng, patin, pindang, udang, tuna dan rumput laut).

    
    Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Ir. Eddy Sudartanto, MSc, Kepala Bidang Komunikasi, mewakili Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News