PELAJAR BANGKA BARAT DIWAJIBKAN KUNJUNGI PESANGGRAHAN MENUMBING

         Muntok, Bangka Barat, 1/6 (ANTARA) - Seluruh pelajar di Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2013 diwajibkan mengunjungi Pesanggrahan Menumbing, Muntok, sebagai pengenalan sejarah sekaligus pengobar semangat patriotisme dan nasionalisme.

         "Karakter bangsa Indonesia saat ini mengalami degradasi akibat globalisasi dan modernisasi sehingga diperlukan langkah nyata dalam mengobarkan semangat cinta Tanah Air, salah satunya dengan mengerti  sejarah perjuangan bangsa," ujar Bupati Bangka Barat Zuhri M Syazali di Muntok, Jumat.

         Ia menjelaskan, sebagai langkah awal Disdikpora setempat akan mewajibkan seluruh siswa di daerah itu mengunjungi Pesanggrahan Menumbing, tempat para pejuang kemerdekaan dan Proklamator RI diasingkan pada zaman perjuangan kemerdekaan.

         Menurut dia, dengan menyaari dan menjadi bagian sejarah tersebut diharapkan pelajar meningkatkan rasa cinta pada Tanah Air dan daerah dengan harapan ke depan mereka memberikan yang terbaik dan berpartisipasi dalam pembangunan.

         "Selain itu, dengan menyadari potensi sejarah, diharapkan para siswa juga mampu menjadi duta daerah dan mampu mempromosikan potensi daerah pada saat mereka melanjutkan kuliah atau bekerja di luar daerah," ujarnya.

         Menurut dia, dengan berkunjung ke Pesanggrahan Menumbing, siswa akan lebih memahami sejarah karena melihat langsung bukti sejarah yang ada.

         "Ini termasuk metode pembelajaran luar ruangan, meskipun hanya dua jam dalam setahun, namun kami yakin itu mampu menumbuhkan rasa cinta pada Tanah Air," kata dia.

         Di Bangka Barat terdapat lebih dari 10 ribu siswa yang bersekolah di 207 sekolah tingkat dasar hingga lanjutan atas yang terdiri dari tingkat SD terdapat 133 unit sekolah, tingkat SMP 44 unit sekolah dan tingkat SLTA sebanyak 20 unit.

         Setelah program tersebut berjalan, diharapkan seluruh sekolah di Bangka Belitung akan meniru apa yang dilakukan Bangka Barat dan mereka semua mengunjungi Pesanggrahan itu untuk belajar sejarah sekaligus berwisata.  
    Selain mempertebal rasa cinta Tanah Air, kata dia, upaya tersebut juga sekaligus untuk menggerakkan kepariwisataan daerah, dengar perhitungan jika 10 ribu siswa diwajibkan mengunjungi Pesanggrahan Menumbing secara bergantian, setiap hari akan ada sekitar 200 orang berkunjung
    "Itu baru dari siswa se-Bangka Barat, belum masyarakat umum yang tertarik mengunjungi tempat bersejarah tersebut. Dengan adanya pengunjung setiap hari diharapkan menggerakkan perekonomian warga di daerah itu seperti kuliner, cendera mata, jasa transportasi, pemandu wisata, parkir, dan petugas kebersihan, " ujarnya.

         Untuk menyukseskann upaya tersebut, saat ini Pemkab terus melakukan pembenahan dan pembangunan sarana dan prasarana seperti perbaikan jalan, prbaikan Wisma Menumbing, tempat istirahat, lokasi kuliner dan cendera mata, penginapan, gazebo dan lainnya.

         "Kami berharap selain meningkatkan pendidikan karakter bangsa, warga di daerah itu juga diharapkan mampu menangkap peluang ekonomi yang ada dengan berbagai industri kreatif dan banyak menciptakan lapangan kerja," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara