PELAKSANAAN E-KTP DI MUNTOK TERKENDALA LISTRIK

Muntok, Bangka Barat, 22/10 (ANTARA) - Pelaksanaan program nasional tartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) di Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung terkendala listrik yang sering padam sehingga jumlah layanan kurang memenuhi target.

"Sering padamnya aliran listrik di Muntok menjadi salah satu kendala kami dalam pelayanan e-KTP karena dalam satu jam kami biasa melayani 30 orang," ujar Camat Muntok Rosdjumiati di Muntok, Sabtu.

Ia mengharapkan, PLN Ranting Muntok untuk meningkatkan pelayanan dan menambah kapasitas sehingga program pemerintah tersebut dapat selesai tepat waktu yaitu pada 31 Desember 2011.

Untuk mengatasi sering matinya listrik di daerah itu, katanya, pihak Kantor Kecamatan Muntok saat ini sudah menyediakan satu unit genset berkapasitas 5.000 watt pinjaman dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bangka Barat.

"Kami terpaksa meminjam genset tersebut ke Disdukcapil agar pelaksanaan E-KTP dapat tetap berjalan meskipun listrik padam, namun tentunya menambah biaya pengeluaran untuk membeli bahan bakar," ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 33.426 orang wajib memiliki KTP di Kecamatan Muntok, saat ini baru terlayani sekitar 8.000 orang yang mengurus pembuatan E-KTP.

Menurut dia, sebanyak 33.426 orang wajib KTP di Kecamatan Muntok terdapat di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Tanjung, Sungai Daeng, dan Sungai Baru yang terdiri atas 87 rukun tetangga (RT) dan empat desa yaitu Desa Air Putih, Airbelo, Belo Laut dan Air Limau yang terdiri atas 16 dusun.

Ia mengatakan, sejak 20 September 2011 sampai 20 Oktober 2011 program e-KTP sudah dilaksanakan di Muntok, namun sampai saat ini animo masyarakat masih rendah, padahal ditargetkan selesai seluruhnya pada 31 Desember 2011.

Ia menjelaskan, pihak Kantor Kecamatan sudah mengupayakan dengan membuka layanan pada malam hari sampai pukul 22.00 WIB dan menugaskan secara bergantian kepada seluruh pegawai di kantor tersebut untuk mengejar sesuai target pemerintah pusat.

Selain itu, katanya, pada hari libur nasional, Sabtu dan Minggu kantor Kecamatan tetap buka untuk melayani permintaan masyarakat membuat eKTP, namun hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

"Untuk saat ini kami baru menyelesaikan satu kelurahan yaitu Kelurahan Tanjung, padahal masih ada masih ada empat desa dan dua kelurahan yang belum dilayani dalam waktu dua bulan ke depan," ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan, menurut dia, saat ini petugas memberikan pelayanan secara fleksibel, atau masyarakat tidak terpaku undangan yang diterima dari RT masing-masing, namun bisa datang sewaktu-waktu untuk minta pelayanan agar target yang dicanangkan tercapai.

Ia mengatakan, pihak kecamatan saat ini bekerja sama dengan pengurus RT, RW dan pihak pengelola masjid untuk menyosialisasikan program e-KTP agar masyarakat tergerak mengurusnya, karena proses pembuatan E-KTP hanya membutuhkan waktu singkat dan masih gratis, namun untuk pencetakannya membutuhkan waktu 15 hari karena untuk saat ini pencetakan masih dilakukan di pusat.

Sementara itu, menanggapi pelaksanaan E-KTP di Rumah Tahanan (Rutan) Muntok yang menampung 92 orang terdiri dari 40 napi dan 52 tahanan, dengan rincian napi BI sebanyak 27 orang pria dan tiga orang wanita, napi B II a 10 orang pria, tahanan AI 12 orang pria dua orang wanita, AII 11 orang pria dan AIII 23 orang pria empat wanita.

Rosdjumiati mengatakan, pelayanan E-KTP untuk para penghuni Rutan Muntok nantinya akan dilayani langsung Disdukcapil Bangka Barat setelah unit Mobil KTP datang sekaligus untuk melayani masyarakat yang tidak bisa datang sendiri ke Kantor Kecamatan karena sakit.

"Berdasarkan konfirmasi dari Disdukcapil sampai saat ini mobil KTP yang bertugas untuk melayani warga yang tidak bisa hadir di Kantor Kecamatan di seluruh Kabupaten Bangka Barat tersebut belum datang," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News