Pelaksanaan Sosialisasi Kesepakatan Ormas Islam, Kanwil Kementerian Agama, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada seluruh Kades di Bangka Barat

Muntok- Bertempat di ruang OR II Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat, Pemerintah Daerah melalui Bagian Sosial Kemasyarakatan Setda Bangka Barat melaksanakan sosialisasi hasil kesepakatan OOrmas Islam, Kanwil Kemenag, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2020. Kegiatan dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Bangka Barat, H. M. Effendy, SE., MM, Kepala Bagian Sosial Kemasyarakatan Setda Bangka Barat, Lurah dan Kepala Desa se- Kabupaten Bangka Barat, Ketua MUI dan jajaran, dan Penghulu (P2N) se-Kabupaten Bangka Barat.
Kegiatan dilaksanakan terkait dengan dikeluarkannya kesepakatan Ormas-Ormas Islam, Kanwil, Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 1 April 2020. 
Sekda Bangka Barat dalam sambutannya mengatakan bahwa diadakannya sosialisasi ini  untuk mencegah pro dan kontra di daerah terkait dengan kesepakatan tersebut. Beliau juga mengatakan bahwa dengan dikeluarkannya Edaran dari Menteri Agama, dapat memberikan panduan beribadah di bulan Ramadhan dan solat idul fitri selama pandemik covid-19 ini.
Selain itu, Sekda juga menyampaikan agar Kepala Desa segera merevisi APBDes untuk dialokasikan kepada upaya penanggulangan covid 19.  
“Aturan saat ini kita wajib menggunakan masker. Sebagai contoh, Kepala Desa bisa merevisi APBDes dengan belanja masker dari kain dengan memberdayakan warga setempat dan keperluan Alat Perlindungan Diri (APD) lainnya. Hal ini harus dilakukan segera untuk melindungi petugas-petugas lapangan dan masyarakat setempat,” jelasnya. 
Sosialisasi disampaikan oleh ketua MUI Bangka Barat, K. H. M. Thoha. 
"Terkait wabah saat ini, Jangan lupa ikhtiar dan berdoa,” ujarnya. 
Disebutkan dalam fatwa MUI nomor 14 tahun 2020, Wilayah yang berzona kuning dan merah, menurut tidak wajib melaksanakan solat Jumat agar tidak tertular dan diganti solat Zuhur di rumah. Hal ini juga berlaku untuk solat fardhu lainnya yang juga harus dilaksanakan di rumah, baik dilakukan secara sendiri maupun berjamaah dengan keluarga inti. 
“Meskipun secara daerah Bangka Barat masih berada di zona hijau, tapi berkaitan dengan ketentuan tersebut, Bangka Barat termasuk dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang berarti juga mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dalam kesepakatan tersebut,” jelas Ustadz Muhlisin, Wakil Ketua MUI Bangka Barat.

Sumber: 
DISKOMINFO
Penulis: 
Wahyu Pratiwi
Fotografer: 
erni
Editor: 
Wahyu Pratiwi