Pelaku UKM di Bangka Barat diminta perhatikan kemasan

Mentok, Babel (ANTARA) - Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diminta memperhatikan kemasan untuk meningkatkan pemasaran.

"Permasalahan saat ini masih banyak produk UKM yang masih dikemas dengan cara tradisional sehingga kurang diminati konsumen," kata petugas penyuluh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Bangka Barat, Ridwan Sho'im di Mentok, Jumat.

Menurut dia, permintaan pasar modern saat ini menuntut berbagai produk rumahan, khususnya barang konsumsi, yang terjamin kualitas, baik dari sisi rasa, kesehatan dan kehalalan produk kuliner.

Tingkat persaingan semakin berat, para pelaku UKM di daerah harus mampu bertahan dan memenuhi tuntutan pasar agar bisa terus berkembang.

Untuk mengatasi permasalahan itu, pemerintah daerah terus berusaha memberikan pemahaman kepada para pelaku UKM agar mampu menciptakan produk layak jual melalui perbaikan kemasan.

Pemkab juga sudah menyediakan pendampingan dan fasilitasi untuk mengatasi permasalahan kemasan produk tersebut.

"Kemasan harus sesuai standar mutu, baik dari sisi kehigienisan maupun desain, kami siap membantu," ujarnya.

Menurut dia, saat ini jumlah kunjungan wisatawan maupun orang yang datang ke Bangka Barat semakin meningkat dan harus disikapi dengan baik agar memberi manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Mereka mengakui bahwa makanan yang dijual memiliki keunikan rasa tersendiri, namun karena dikemas dengan kemasan seadanya sehingga nilai jual berkurang," katanya.

Perajin kuliner khas Bangka berbahan ikan, Syaripah Zuraidah mengatakan sampai saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan botol kemasan yang sesuai keinginannya.

"Botol untuk kemasan rosip kami yang ada di pasaran berbahan plastik seperti layaknya yang dipakai untuk kemasan minuman mineral," katanya.

Menurut dia, botol berbahan kaca yang dinilai lebih layak untuk pengemasan produk kuliner miliknya tidak ditemukan di pasar lokal sehingga terpaksa masih menggunakan botol berbahan plastik.

Rosip merupakan produk makanan berbahan ikan kecil yang difermentasikan dicampur garam dan gula yang selama ini cukup diminati masyarakat, baik lokal maupun luar daerah.

Syaripah berharap ke depan keterbatasan bahan kemasan bisa segera diatasi untuk menunjang pemasaran produk yang dihasilkan para pelaku usaha kuliner di daerah itu.

Sumber: 
babel.antaranews.com
Penulis: 
Donatus Dasapurna Putranta