Pembalakan Liar Kawasan Konservasi Menumbing, Bupati Markus Minta Pelaku Ditindak Tegas

 

Muntok- Komitmen dan keseriusan memberantas kejahatan lingkungan dan kehutanan terus digiatkan oleh pemerintah daerah kabupaten Bangka Barat.
Hal ini dilatari aksi pembalakan liar atau illegal logging yang menyasar kawasan hutan konservasi Menumbing dengan pepohonan berusia puluhan bahkan ratusan tahun.
Selama ini, pohon-pohon tersebut menjadi incaran para pelaku pencurian.
Bupati Bangka Barat Markus menegaskan pihaknya bekerja sama unsur Forkopimda dan pihak terkait lainnya punya komitmen kuat untuk menindak siapapun pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan di kawasan konservasi Menumbing. Hal ini disampaikan olehnya pada rapat yang dihadiri Forkopimda, kepala OPD dan pihak terkait di Makodim Bangka Barat, Kamis, 30 Juli 2020. 
"Kejahatan illegal logging ini harus kita tindak bersama karena tidak hanya merugikan tapi juga merusak ekosistem. Hutan konservasi Menumbing adalah aset Bangka Barat dan tugas bersama kita menjaganya. Kita harus cari siapa penebangnya, sebab ada penebang pasti ada pembeli. Silakan bentuk tim untuk mengawasi. Salah satu faktor penyebab banjir karena ada pembalakan liar ini. Terima kasih kepada Pak Kapolres, Pak Dandim beserta jajaran yang selama ini telah ikut membantu Pemkab menjaga Menumbing," katanya.
Kapolres Bangka Barat AKBP Fedriansyah mengaku 'gemas' dengan aksi illegal logging di hutan Menumbing.
Fedri berharap pihak terkait harus punya persepsi yang sama dalam menindak para pelaku illegal logging ini. 
"Kami memang sudah memonitor ke lokasi dan sudah sepatutnya kita tindak. Upaya penegakan hukum prosesnya itu harus ada pembuktian, maka ke depan kita harus satu persepsi dan jangan bertindak sendiri-sendiri. Kita juga nantinya akan lakukan patroli gabungan secara rutin ke kawasan Menumbing yang jadi titik-titik lokasi beraksinya pelaku," ujarnya. 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangka Barat, Ridwan, melaporkan berdasarkan monitoring pihaknya di konservasi tahura Menumbing, ditemukan setidaknya 3 titik yang menjadi lokasi illegal logging selama ini. 
"Dari tiga titik tersebut berdasarkan hitung-hitungan kami sudah sekitar 30 pohon sangat besar usia puluhan hingga ratusan tahun ditebang. Seandainya ke depan kondisi Menumbing dibiarkan maka bisa dipastikan bakal habis pohon besar lainnya. Semoga lewat Rakor ini kita temukan solusi agar tidak terjadi kerusakan-kerusakan lebih parah ke depan," tambahnya.
Turut hadir dalam Rakor ini Pj Sekda Bangka Barat, Dandim 0431/Babar, Ketua DPRD Bangka Barat, perwakilan Kajari Bangka Barat, Asisten Pemerintahan dan Sosial, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangka Barat.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
wahyu
Fotografer: 
yogie