Pemerintah Bangka Barat Terima Kunjungan Pemkab. Bangka Tengah

MUNTOK – Bertempat di Bappelitbangda Kabupaten Bangka Barat, Kepala Badan yang diwakili oleh Kepala Bidang Sosial dan Budaya Pemerintahan Bappelitbangda Kab. Bangka Barat, M. Irsal, menerima kunjungan Bappelitbangda dan Diskominfo Bangka Tengah pada Selasa, 21 Juli 2020. Rombongan dipimpin Kabid EKSDA Bappelitbangda Bangka Tengah, Maulan.
Dalam sambutannya, Maulan menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan di Bangka tengah mencapai angka 5,02 dalam tahun ini.
“Kami perkirakan dengan adanya bencana covid 19 ini akan lebih melonjak lagi angka kemiskinan di Bangka Tengah. Tapi dengan adanya BLT (Bantuan Langsung Tunai) ini, harapannya semoga bisa teratasi dengan baik” katanya.
Sementara itu, selama tahun 2014-2016 persentase dan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bangka Barat terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Tahun 2017-2018 mengalami peningkatan, akan tetapi di tahun 2019 kembali mengalami penurunan.
M. Irsal mengatakan bahwa apa yang pihaknya lakukan adalah berdasarkan visi dan misi Bupati Bangka Barat Tahun 2016-2020, yaitu dengan cara mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel untuk pelayanan publik yang berkualitas, membangun perekonomian yang berbasis sumber daya lokal dan berdaya saing tinggi, membangun masyarakat yang maju dan berkualitas, serta mewujudkan kelestarian lingkungan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Disebutkan olehnya pula bahwa salah satu rahasia Konvergensi Intervensi penurunan Stunting di Kab. Bangka Barat adalah Rencana Kegiatan Intervensi Stunting Kabupaten Bangka Barat Tahun 2021 dimana Kegiatan dilaksanakan Oleh 10 OPD.
"Beberapa diantaranya dilaksanakan oleh Kementerian Agama, Unit Metalurgi PT. Timah, dan Desa dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBN, APBD II, DAK Penugasan, BOK Kabupaten, BOK Stunting Dan Desa Rencana Kegiatan Tahun 2021," jelasnya.
"Total Pagu Anggaran Rp25.559.683.963,00 Terdiri Dari 76 Kegiatan," katanya lagi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat juga melaksanakan beberapa strategi terkait intervensi stunting, diantaranya adalah rembuk stunting, Penyusunan Kebijakan, pembinaan kader pembangunan manusia, serta kegiatan Dokter Spesialis Natak Kampung.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Wulan
Fotografer: 
Arif
Editor: 
Wahyu Pratiwi