PEMERINTAH INGIN KETERSEDIAAN GAS ALAM DOMESTIK CUKUP

         Jakarta, 3/5 (ANTARA) - Pemerintah ingin memastikan ketersediaan pasokan gas alam bagi kebutuhan domestik dalam jangka panjang tercukupi dengan menginventarisir dan implementasi rencana eksplorasi di beberapa lapangan gas.

        Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Kamis petang usai rapat kabinet terbatas bidang ekonomi membahas energi mengatakan hingga 2020 mendatang, pemerintah telah menginventarisir serta memantau rencana eksplorasi gas untuk kebutuhan domestik sebagai upaya menyiapkan gas sebagai energi pengganti bahan bakar minyak.

        "Pasokan gas bumi ke Indonesia dari keseluruhan lapangan yang ada dari Aceh sampai Papua sebanyak 7.813 mmc feet per hari dari total itu ekspor 3434,3 juta standar kubik feet, ini komitmen lama kita, sisanya digunakan domestik, persentase ekspor 44,4 persen selebihnya untuk domestik," kata Hatta.

        Hatta mengatakan kebutuhan gas untuk domestik antara lain digunakan untuk industri, listrik, rumah tangga, bahan bakar kendaraan dan beberapa sektor lainnya.

        "Yang menarik dari keseluruhan gas domestik kita itu diakui ada kekurangan tarikan pasar dalam negeri tumbuh pesat, listrik dan juga pupuk, total yang ada antara kontrak yang ada belum termasuk permintaan baru ada 'shortage' 300 juta meter kubik dari total 4.000 lebih dari penggunaan dalam negeri," kata Hatta.

        Sementara ini, kata Hatta, kekurangan pasokan untuk kebutuhan domestik dalam negeri, pada Kamis (3/5) LNG Floating Storage dengan kapasitas 500 mmc feet
sudah sampai di Jakarta Utara dan siap untuk dioperasikan.

        "Dari mana menutup shortage?, hari ini floating storage sudah tiba di Jakut, nanti loading LNG dari Bontang untuk dalam negeri kapasitas floating 500 mmc feet, dari Bontang 200 mmc feet, sisanya dari Tangguh 150 mmc feet per hari sehingga pada 2012 bisa terisi 350 mmc feet perhari, jadi shortage akan diisi dari LNG floating storage," kata Hatta.

        Dalam jangka panjang, kata Hatta, ada 17 lapangan gas yang direncanakan untuk dieksplorasi dan memenuhi kebutuhan nasional.

        Sejumlah lapangan tersebut antara lain Donggi Senoro, East Natuna, Kepodang, Selat Makassar dan beberapa lapangan gas lainnya.

        Pemerintah, kata Hatta, bahkan memutuskan untuk membangun pipa gas alam dari Natuna, melalui Sumatera dan langsung ke Pulau Jawa.

        "Rapat juga putuskan bangun pipa dari Natuna, Sumatera masuk ke Jawa, jadi kita tidak punya alasan eksport, Menko perekonomian lakukan koordinasi agar semua sesuai schedule, bisa mandiri dari sumber gas," kata Hatta.

        Selain itu pemerintah juga akan terus mengawasi pelaksanaan aturan pembayaran royalti dan juga kewajiban perusahaan tambang terkait lingkungan.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News