PEMERINTAH KENAKAN BEA KELUAR 14 KOMODITAS TAMBANG

          Jakarta, 1/5 (ANTARA) - Pemerintah akan mengenakan bea keluar terhadap 14 komoditas tambang dalam waktu dekat.

         Menteri ESDM Jero Wacik di Jakarta, Selasa mengatakan, pihaknya masih membahas besaran bea keluar tersebut.

         "Nanti, tunggu saja," katanya usai rapat koordinasi terbatas membahas bea keluar tambang yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Kementerian ESDM.

         Ke-14 komoditas tambang tersebut adalah tembaga, emas, perak, timah, timbal, kromium,  platinum, bauksit, biji besi, pasir besi, nikel, molibdenum, mangan, dan antimon.

         Menurut dia, aturan bea keluar tersebut akan diumumkan sebelum 6 Mei 2012.

         Berdasarkan data yang diperoleh, besaran bea keluar antara 20-50 persen di antaranya tembaga sebesar 20 persen dan bauksit 50 persen.

         Sesuai Pasal 21 Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral, disebutkan, perusahaan tambang dilarang mengekspor bijih mineral paling lambat 6 Mei 2012.

         Sebelum 6 Mei 2012, maka perusahaan tambang wajib memenuhi tiga persyaratan yakni menyerahkan rencana kerja pembangunan pengolahan dan pemurnian sebelum 2014, menandatangani pakta integritas, dan tidak bermasalah (clear and clean).

         Kalau perusahaan sudah memenuhi ketiga persyaratan tersebut, maka mulai 6 Mei 2012 sampai 2014 boleh mengekspor, namun dikenakan bea keluar.

         Permen ESDM tersebut didasari setelah UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara terbit, banyak perusahaan tambang berlomba meningkatkan produksi dan ekspornya.

         UU tersebut mengamanatkan pengolahan tambang mineral dan batubara di dalam negeri paling lambat 2014 atau berarti pelarangan ekspor setelah 2014.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News