PEMKAB BANGKA BARAT BANGUN TUJUH PERPUSTAKAAN DESA

Muntok, Bangka Barat, 23/2 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 akan membangun tujuh unit perpustakaan desa untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mendukung terwujudnya desa mandiri.

"Dari 64 desa dan kelurahan di Bangka Barat, sekarang ini baru ada 13 perpustakaan desa. Diharapkan di masa yang akan datang seluruh desa memiliki perpustakaan," ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Bangka Barat Rukiman di Muntok, Kamis.

Ia menjelaskan, pembangunan perpustakaan desa tersebut masih menunggu arahan bupati terkait desa mana yang akan diprioritaskan menjadi desa mandiri pada tahun ini. Menurut rencana setiap kecamatan akan dibentuk masing-masing dua desa mandiri, meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga.

Dalam upaya mewujudkan desa mandiri, katanya, perpustakaan memiliki peran penting dalam menyediakan referensi masyarakat desa. Dengan membaca, warga menjadi cerdas dan diharapkan akan semakin produktif dan mandiri.

"Mekanisme pembangunan perpustakaan desa yaitu, lahan disediakan pemerintah desa, pemerintah provinsi menyediakan perlengkapan ruangan seperti mebeler dan rak buku, pemerintah pusat menyediakan buku sebanyak 1.000 eksemplar yang terdiri dari 500 judul sementara pemkab memberikan gaji bagi dua orang yang ditunjuk sebagai pengelola perpustakaan desa tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, penunjukan dua orang pengelola perpustakaam desa tersebut merupakan hasil musyawarah perangkat desa dan sepenuhnya merupakan kewenangan kepala desa setempat, sedangkan pemkab hanya bertanggung jawab memberikan insentif bulanan.

Rukiman menambahkan, minat baca masyarakat Bangka Barat tergolong masih rendah, terutama yang tinggal di desa terisolasi karena berbagai kendala, seperti akses transportasi, komunikasi dan informasi sehingga sumber daya manusianya jauh tertinggal.

Ia mengatakan, pengunjung perpustakaan daerah saat ini masih tergolong rendah, hanya mencapai puluhan orang dalam sehari. Dengan dibangunnya perpustakaan desa diharapkan masyarakat semakin terbiasa mengunjungi perpustakaan dan termotivasi membaca buku yang ada di perpustakaan.

"Berdirinya perpusdes diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam upaya mencerdaskan anak-anak perdesaan sehingga terjadi pemerataan pendidikan dan mampu mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera," ujarnya.

Selain 13 unit perpustakaan desa yang sudah ada dan tujuh unit yang akan dibangun tahun ini, di daerah itu juga terdapat delapan unit taman bacaan desa. Setiap unit taman bacaan terdapat buku sebanyak 300 sampai 400 eksemplar.

Buku-buku yang disediakan di perpustakaan desa dan taman bacaan merupakan buku yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter masyarakat sekitar seperti buku pertanian, perikanan, keterampilan memasak dan bacaan lainnya.

Untuk memberikan suasana lain bagi pengunjung perpustakaan desa dan taman bacaan, pihaknya berencana melakukan perputaran buku antarperpusdes setiap sebulan sekali sekaligus melakukan sortir buku yang sudah tidak layak edar atau rusak.

"Dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat, kami juga menyediakan satu unit mobil perpustakaan keliling berisi sekitar 1.000 eksemplar yang beroperasi setiap hari dalam melayani pembaca di seluruh pelosok desa," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News