PEMKAB BANGKA BARAT BENTUK KLUSTER MUNTOK BARU

         Muntok, Bangka Barat 29/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung pada 2012 akan segera membentuk kluster Kota Muntok Baru seiring perkembangan pembangunan dan peningkatan jumlah penduduk di daerah itu.

         "Kami akan segera merealisasikan revitalisasi Kota Muntok dengan membagi menjadi beberapa kluster yaitu Kota Muntok Lama, Muntok Baru sebagai kota industri, perdagangan dan jasa," ujar Bupati Bangka Barat Zuhri M Syazali di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan, saat ini Kota Muntok Tua akan tetap dipertahankan sebagai kota sejarah sekaligus mewujudkan Kota Muntok sebagai Kota Sejarah untuk mendukung upaya peningkatan pariwisata di daerah itu.

         Sedangkan untuk Muntok Baru akan ditandai dengan dimulainya pembanguan jalan lingkar yang menghubungkan Desa Air Belo sampai Pelabuhan Tanjung Kalian setelah rencana pembangunan pelebaran jalan di pusat Kota Muntok selesai dilaksanakan.

         "Untuk menyukseskan upaya tersebut, kami masih mengalami kendala pembebasan lahan yang belum ada kejelasan karena belum semua warga menyadari pentingnya pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan warga di daerah itu," ujarnya.

         Ia mengatakan, Pemkab sudah merencanakan pembentukan kluster Muntok Baru untuk memancing terjadinya pusat perekonomian baru sehingga terjadi pemekaran daerah dan peningkatan ekonomi warga sehingga tidak hanya terpusat di kluster Muntok Lama.

         Selain itu, pembentukan kluster Muntok Baru juga untuk mengantisipasi terajadinya lonjakan penduduk dan arus lalu lintas barang serta manusia seiring menigkatnya jalur pelayaran Muntok-Palembang.

         "Untuk kluster Muntok Lama akan kami fokuskan pada pengembangan sektor pariwisata terutama sektor wisata sejarah," ujarnya.

         Sementara itu, Kapala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bangka Barat, Kemas Arfani Rahman mengungkapkan untuk mendukung upaya terbentuknya kluster Muntok Baru pihaknya sudah mengusulkan ke Kementerian Kehutanan penurunan status kawasan dari hutan produksi ke areal penggunaan lain seluas 705 hektare di Kecamatan Muntok.

         "Areal seluas 705 hektare tersebut sudah kami ajukan ke Kemhut namun yang disetujui dan mendapatkan rekomendasi baru seluas 365 hektare," ujarnya.

         Ia mengatakan, seluruh areal yang diusulkan tersebut merupakan kawasan tempat tinggal warga yang sudah terdapat fasilitas umum dan fasilitas sosial, sesuai ketentuan dari Pemerintah Pusat.

         "Kami mengharapkan upaya yang kami lakukan semuanya disetujui Kemhut untuk diturunkan statusnya menjadi APL, dengan harapan terjadi percepatan pembangunan di Bangka Barat, khususnya dalam upaya pengembangan Kota Muntok," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara