PEMKAB BANGKA BARAT GELAR FESTIVAL LAYANG-LAYANG

Muntok, Bangka Barat, 6/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (7/5) hingga Minggu (8/5 ) menggelar festival layang-layang di Pantai Batu Rakit untuk melestarikan permainan tradisional tersebut.

"Peserta festival layang-layang se-Bangka Barat ini terbuka untuk umum, sebagai langkah pelestarian sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat," kata Kabid Pariwisata dan Kebudayaan Dinas Perhubungan Pariwisata dan Informatika Bangka Barat, Sastrawan di Muntok, Jumat.

Menurut dia, permainan tradisional layang-layang sudah mentradisi sejak turun temurun di Bangka Barat dan kini sudah masuk kalender pariwisata yang digelar setiap tahun.

Ia menjelaskan, festival layang-layang sengaja digelar di sebuah pantai yang berjarak sekitar 4 km dari pusat Kota Muntok, sehingga para pengunjung juga dapat menikmati keindahan objek wisata yang beralaskan hamparan pasir putih bersih dengan pemandangan lautnya yang indah.

Menurut dia, keindahan dan desiran angin Pantai Batu Rakit sangat pas menjadi lokasi bermain layang-layang, sehingga permainan tradisional ini akan mendapatkan tempatnya di hati setiap pengunjung.

Menurut dia, penilaian festival layang-layang ini dilihat dari kreasi, ukuran, bentuk dan kemampuan layang-layang bisa terbang tinggi mengangkasa di atas samudera Batu Rakit, sedangkan pemenang akan mendapatkan hadiah uang jutaan rupiah ditambah trophy.

"Kami optimis pengunjung dan peserta festival layang-layang membludak, karena permainan ini sangat menarik, menghibur dan kreasi layang-layang ditampilkan akan memberikan inspirasi, kesenangan dan ketenangan bagi bagi setiap orang yang menyaksikannya," ujarnya.

Menurut dia, festival ini memberikan momentum yang cukup bagus bagi daerah dalam mempromosikan objek wisata potensial Pantai Batu Rakit dan sejumlah objek wisata pantai dan sejarah yang ada disekitarnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada zaman dahulu, permainan layang-layang ini kerap digelar saat petani usai panen padi ladang dengan memanfaatkan luasnya hamparan ladang untuk menaikkan layang-layang, didukung angin dengan kecepatan sedang pada musim panas.

"Biasanya orang-orang zaman dahulu menjadikan layang-layang sebagai permainan untuk melepas lelah usai memanen padi di ladang," ujarnya.

Seiring perjalanan waktu, permainan layang-layang terus ditularkan dari generasi ke genarasi dengan memanfaatkan hamparan luas seperti lapangan bola dan sejumlah kawasan pantai di Bangka Barat.

"Melihat dari sejarahnya, permainan layang-layang ini sarat dengan nilai tradisi dan budaya, sehingga terus kami lestarikan dengan menggelar festival layang-layang, sekaligus dijadikan ajang untuk menarik minat wisatawan," ujarnya.

Ia mengatakan, tidak mustahil festival layang-layang tingkat provinsi dan nasional digelar di Kabupaten Bangka Barat, karena memiliki kawasan pantai yang indah, luas dan angin yang memadai untuk menaikkan layang-layang," ujarnya.

Ia mengatakan, selain menggelar festival layang-layang, juga lomba lari wisata 5 km dengan rute tempuh sejumlah objek wisata pantai di Kecamatan Muntok yang pesertanya tidak dibatasi.

"Lomba lari wisata 5 km ini start di Pantai Batu Rakit dan kemudian finish di pantai yang sama, juga dalam rangka mempromosikan kawasan objek wisata," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara