Pemkab. Bangka Barat gelar Rapat Konsolidasi BLT Dana Desa

MUNTOK - Bupati Bangka Barat, Markus, SH., bersama Pj.Sekretaris Daerah Bangka Barat, Hartono, SE, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Sosial, Staf Ahli Bupati  Kepala OPD, Kasat. Polres Bangka Barat , Camat Se- Bangka Barat, Kepala Desa, serta  Perangkat Desa di OR 2 pada Senin, 27/4/2020.
Suradi, S.Ag selaku Kepala Dinas Sosial  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam paparannya mengatakan bahwa dalam  menyamakan persepsi terkait bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa adalah atas arahan Bupati Bangka Barat. Sasaran penerima bantuan langsung tunai ( BLT) adalah keluarga miskin non PKH/ Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) antara lain kehilangan pekerjaan, belum terdata ( exclusion error) dan mempunyai anggota yang rentan sakit menahun/ kronis. Penyaluran dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dengan metode non tunai (cash Less) setiap bulannya. Besaran yang diterima dari BLT tersebut Rp. 600.000,00  yang akan dibayarkan pada bulan April, Mei, dan Juni yang akan dimonitoring oleh BPD, Camat, Inspectorat Kabupaten /Kota dan dipertanggungjawabkan oleh Kepala Desa.
"Sebanyak 10111 KK dari 60 desa akan menerima  Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di seluruh Desa yang ada di Bangka  Barat," katanya. 
Dia juga menjelaskan mekanisme pendataan di lapangan dilakukan oleh relawan Desa lawan covid -19, di mulai dari RT, RW, dan Desa. 
"Pendataan sasaran keluarga miskin dilakukan secara musyawarah Desa khusus / insidentil dan dilaksanakan dengan agenda tunggal yaitu validasi dan finalisasi data, legalitas dokumen yang ditandatangani oleh Kepala Desa yang dokumen hasil pendataan diverifikasi desa," paparnya lagi  
"Selanjutnya, oleh Kepala Desa dilaporkan kepada Bupati/Walikota melalui Camat dan dapat dilaksakan kegiatan kegiatan BLT-Dana Desa dalam waktu selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja per tanggal diterima di kecamatan," katanya. 
Adapun metode penghitungan penetapan jumlah penerima manfaat BLT mengikuti rumus sebagai berikut: 
1. Desa penerima Dana Desa kurang dari Rp 800.000.000 (delapan
ratus juta rupiah) mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar
25% (dua puluh lima persen) dari jumlah Dana Desa.
2. Desa penerima Dana Desa Rp 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta rupiah) mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 30% (tiga puluh persen) dari jumlah Dana Desa.
3. Desa penerima Dana Desa lebih dari Rp 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta rupiah) mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 35% (tiga puluh lima persen) dari jumlah Dana Desa. 
4. Khusus desa yang jumlah keluarga miskin lebih besar dari anggaran yang dialokasikan dapat menambah alokasi setelah mendapat persetujuan Pemerintah Kabupaten/Kota.
 
Dalam sambutannya, Bupati Markus menjelaskan bahwa Pihak Pemda telah siap mencairkan Dana BLT Dana Desa asalkan data-data yang diterima dari desa telah lengkap dan akurat.
"Desa mana yang telah lengkap data-data akan cepat dicairkan dan tidak akan menunggu dari desa lainnya,"ujarnya. 
Seperti yang telah disebutkan beberapa waktu lalu (16/4/2020, red), besaran BLT yang akan dibagikan adalah 600 ribu per kepala keluarga.
Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Dedra
Fotografer: 
d_lm
Editor: 
Wahyu Pratiwi