Pemkab Bangka Barat gelorakan semangat nasionalisme

Mentok, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar sejumlah kegiatan untuk menggelorakan semangat nasionalisme masyarakat di daerah itu.

"Rangkaian kegiatan pelestarian nilai sejarah ini akan kami isi dengan berbagai acara, yaitu lomba menggambar, napak tilas dan pameran foto sejarah," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno di Mentok, Kamis.

Rangkaian kegiatan pelestarian nilai sejarah akan dilaksanakan selama tujuh hari mulai Senin (1/7) di Museum Timah Indonesia dan Pesanggrahan Mentok.

Melalui rangkaian kegiatan pelestarian nilai sejarah itu diharapkan Kabupaten Bangka Barat, khususnya Mentok semakin dikenal sehingga akan semakin banyak wisatawan yang datang ke ujung Barat Pulau Bangka tersebut.

"Selain membangun semangat nasionalisme masyarakat, khususnya generasi muda, kami harapkan kegiatan ini juga berdampak positif bagi perkembangan kepariwisataan daerah," ujarnya.

Kota Mentok memiliki peran penting dalam perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia karena menjadi lokasi pengasingan delapan tokoh pemimpin Republik pascaagresi Militer II pada 1948.

Sebanyak delapan tokoh pemimpin Republik dikirim untuk diasingkan Belanda di Pulau Bangka terbagi menjadi tiga gelombang kedatangan, pertama pada 22 Desember 1948 dikirim empat orang tokoh, yaitu Mohamad Hatta, Soerjadarma, Asa’at, dan A.G. Pringgodigo.

Selanjutnya pada 31 Desember 1948 tiba di Bangka, yaitu Mohamad Roem dan Ali Sastroamidjojo, serta pada kedatangan ketiga 6 Februari 1949 adalah Soekarno dan Agus Salim.

"Para tokoh itu diasingkan di Mentok cukup lama dan dari pengasingan bersama itu terwujudlah beberapa peristiwa penting dalam upaya pengakuan kedaulatan RI," katanya.

Melalui kegiatan yang akan digelar pada awal Juli 2019 diharapkan rangkaian kejadian selama masa pengasingan di Mentok tersebut semakin dipahami oleh masyarakat dan mampu menginspirasi generasi muda untuk berbuat lebih baik.

"Melalui rangkaian kegiatan kami berharap bisa ikut melestarikan nilai sejarah sambil berwisata, berbagi semangat dan keceriaan," katanya.

Sumber: 
babel.antaranews.com
Penulis: 
Donatus Dasapurna Putranta