Pemkab Bangka Barat matangkan persiapan Lawatan Sejarah Muntok

Muntok, Babel (Antaranews Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mematangkan persiapan pelaksanan program Lawatan Sejarah Muntok, 9 November 2018.

"Kegiatan ini baru kali pertama dilaksanakan, kami berharap para peserta semakin memahami kekayaan warisan budaya dan sejarah daerah sendiri," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno di Muntok, Jumat.

Para peserta undangan yang akan berjalan kaki mengunjungi sejumlah bangunan bernilai sejarah di Muntok sebagian besar pelajar sekolah menengah atas dan sederajat.

Selain pelajar, kegiatan juga mengundang peserta seminar "Historic Urban Landscape" yang diselenggarakan Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok dalam rangka HUT ke-5 MTI Muntok yang bekerja sama dengan Pan-Sumatra Network for Heritage Conservation`, sebuah jaringan perlindungan warisan sejarah.

"Kami juga mengundang peserta dari Dinas Kebudayaan Kota Surakarta dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Surakarta, total 120 orang peserta akan mengikuti kegiatan itu," katanya.

Lawatan sehari dengan berjalan kaki ketujuh bangunan bersejarah di klaster Eropa, Tionghoa, dan Melayu, dimulai dari Museum Timah Indonesia Muntok, dilanjutkan dengan melewati rumah Residen Bangka yang saat ini menjadi rumah dinas Bupati Bangka Barat.

Selanjutnya para peserta akan menyusuri bulevar menuju Pelabuhan Muntok untuk menikmati salah satu bekas pelabuhan terbesar Nusantara yang di dalam kompleks tersebut juga terdapat eks Kantor Syahbandar Belanda dan bangunan Gudang Kuning yang dahulu dijadikan sebagai gudang penyimpanan timah pada zaman Belanda.

Setelah itu, para peserta akan diajak ke Rumah Mayor Tjoeng A Thiam untuk berisitirahat sejenak sambil mendengar sedikit paparan mengenai budaya Tionghoa di Muntok.

Lawatan dilanjutkan menuju Kelenteng Kong Fuk Miau dan Masjid Jamik, setelah itu ke perkampungan Melayu, Kampung Ulu, untuk menikmati berbagai permainan tradisional dan budaya lokal.

"Kami berharap para peserta pelajar dapat mengenal, memahami, menjaga, dan melindungi warisan budaya dan sejarah yang ada di Muntok, sedangkan para peserta dari luar Bangka Barat dapat menjadi cerita tersendiri yang bisa dibagi kepada rekan-rekannya sekaligus menjadi duta promosi dan publikasi Bangka Barat," katanya.

Ia berharap ke depan terobosan baru dalam mengedukasi sekaligus promosi wisata itu semakin berkembang dan semarak dengan dukungan dari berbagai pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Sumber: 
babel.antaranews
Penulis: 
Donatus Dasapurna Putranta