PEMKAB BANGKA BARAT PATENKAN TEH TAYU

          Muntok, Bangka Barat, 29/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 ini berupaya mematenkan hak atas teh tayu, sejenis teh asli daerah setempat yang memiliki cita rasa tinggi dan diyakini mampu memberikan manfaat lebih dari jenis teh lainnya.

         "Kami sedang berupaya mematenkan produk tanaman teh yang banyak terdapat di Desa Ketap dan Mislak Kecamatan Jebus agar tidak diklaim daerah atau negara lain," ujar Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bangka Barat Kemas Arfani Rahman di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada Pemkab, Pemprov Babel dan pihak PT Sucofindo untuk segera meneliti teh tersebut terkait kepentingan pemberian hak paten bagi produk teh ikon Bangka Barat tersebut.

         Menurut dia, selain mematenkan produk tersebut, pihaknya juga sedang mengupayakan penelitian kandungan, komposisi dan manfaat dari teh tayu dengan mengundang BP POM, Dinas Kesahatan dan pihak terkait untuk melakukan penelitian ttersebut.

         "Menurut informasi dari mulut ke mulut, teh tersebut mampu menghilangkan rasa pusing, memberikan relaksasi, menambah nafsu makan dan menurunkan tekanan darah, namun semua itu harus dapat dipertanggungjawabkan melalui penelitian ilmiah," ujarnya.

         Untuk itu, pihaknya berupaya mengundang para pakar dari badan dan dinas terkait untuk segera melakukan penelitian tersebut agar produk yang sudah dihasilkan selama puluhan tahun tersebut dapat diekspos untuk kepentingan pemasaran produk.

         Ia mengatakan, selama ini penjualan produk tah tayu masih membidik pasar lokal, namun ke depan pihaknya berharap pemasaran produk tersebut dapat dilakukan lebihprofesional untuk mengangkat citra teh lokal di kancah nasional bahkan diharapkan mampu bersaing di tingkat internasional.

         "Kami yakin teh tersebut mampu bersiang di tingkat yang lebih tinggi karena dari rasanya lebih nikmat dibandingka jenis teh lain, seperti menikmati air zamzam," ujarnya.

         Untuk promosi awal, kata dia, pihaknya akan berupaya menyajikan teh tersebut dalam setiap pertemuan baik yang dilakukan di lingkungan Pemkab maupun di seluruh perusahaan di daerah itu dengan tujuan mengenalkan rasa dan mempopulerkan teh lokal tersebut.

         Ia mengatakan, selain memiliki aroma dan cita rasa khas, teh ini juga tergolong jenis teh mahal karena saat ini untuk kualitas baik di tingkat produsen harganya sudah mencapai Rp300 ribu per kilogram.

         "Saat ini produksinya masih terbatas dan dikelola warga setempat, namun seiring peningkatan produksi teh tayu, diharapkan akan terjadi industri yang lebih besar dan tentunya akan membuka banyak lapangan pekerjaan, ini yang kita inginkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga di daerah itu," ujarnya.

         Ia mengatakan, kesiapan petani dan warga di daerah itu untuk mengembangkan teh tayu sudah cukup bagus dan mereka sangat antusias dengan berbagai upaya yang sedang dilakukan Pemkab untuk menjadikan teh tayu sebagai andalan produk Bangka Barat.

         "Dengan berbagai persiapan dan bimbingan pengembangan produk teh tayu, kami yakin ke depan teh ini akan banyak dicari penggemar teh di seluruh pelosok negeri," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara