PEMKAB BANGKA BARAT POPULERKAN BUAH LOKAL

Muntok, 13/12 (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, berupaya mempopulerkan buah lokal ke tingkat nasional dengan mengikuti berbagi kontes buah.

"Pada 2012 rencananya kami akan mengikuti beberapa kontes dan pameran hortikultura di tingkat nasional agar buah lokal lebih dikenal masyarakat luas," ujar Kepala Bidang Hortikultura pada Distannak Bangka Barat, Saukani di Muntok, Selasa.

Ia menjelaskan, mengikuti berbagai pameran dan lomba buah akan sangat membantu bagi petani buah-buahan untuk memperkenalkan hasil produksinya ke tingkat nasional dengan harapan dapat mempermudah pemasarannya.

Menurut dia, potensi yang dimiliki para petani lokal sudah layak mengikuti kontes buah dan pameran karena selama ini Bangka Barat terkenal dengan produksi buah yang memiliki keistimewaan tersendiri.

"Durian dari Kecamatan Simpang Teritip, rambutan dari Kelapa, duku dari Jebus dan Parittiga, sukun dari Tempilang dan mangga dari Muntok, sudah menjadi idola di pasar lokal terutama Pulau Bangka," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap kali masa panen tiba, buah-buahan tersebut menjadi rebutan di pasaran, selalu habis dan sering kekurangan stok barang.

Dengan potensi seperti, menurut dia, menjadi modal berharga karena sudah terbukti bahwa buah lokal tidak kalah dengan buah di pasaran yang dipasok dari luar pulau seperti Pulau Jawa dan Sumatera.

"Seluruh kecamatan di Bangka Barat sudah punya 'nama' sendiri-sendiri dan buahnya selalu jadi rebutan di pasaran, dengan kodal tersebut kami yakin daerah ini memiliki potensi besar untuk diterima di pasar nnasional," ujarnya.

Untuk itu, katanya, pihaknya akan berupaya menggandeng pihak ketiga untuk menggelar pameran dan kontes di tingkat lokal terlebih dahulu untuk mengetahui sejauh mana potensi yang dimiliki sekaligus mencari wakil ke tingkat nasional.

Menurut dia, kegiatan tersebut di butuhkan untuk meningkatkan animo masyarakat berkebun sekaligus mempersiapkan masyarakat menghadapi pascatimah dan meningkatkan produksi buah lokal.

Menurut dia, Bangka Barat memiliki sekitar 45.200 hektare lahan perkebunan dan pertanian potensial yang tersebar di seluruh kecamatan, namun belum sampai separo yang tergarap karena rendahnya minat masyarakat mengarap lahan akibat tergiur bekerja di pertambangan bijih timah.

"Kami yakin dengan digelarnya berbagai kontes dan pemeran hortikultura akan meningkatkan animo bercocok tanam sekaligus mengangkat nilai ekonomis buah lokal ke tingkat nasional sehingga kelak dkemudian hari jika Bangka Barat dapat mewujudkan menjadi daerah sentra buah, petani tidak kesulitan dalam pemasaran produksi," ujarnya.

(T.KR-DSD/B/M019/M019) 13-12-2011

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News