PEMKAB BANGKA BARAT SALURKAN 600 BIBIT ALPUKAT

Muntok, Bangka Barat, 6/12 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2011 telah berhasil menyalurkan sebanyak 600 batang bibit alpukat kepada empat kelompok tani di daerah itu.

"Bantuan tersebut merupakan upaya dari Pemkab untuk menumbuhkan motivasi berkebun masyarakat, karena selama ini mereka terlena dengan pertambangan bijih timah," ujar Saukani, Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat di Muntok, Selasa.

Ia menjelaskan, bantuan bibit alpokat tersebut merupakan bibit unggul jenis alpokat mentega yang memiliki keistimewaan yaitu setiap buahnya besar berbobit rata-rata 600 gram per butir dan rasanya lebih gurih dibanding alpokat lokal.

Menurut dia, bantuan bibit untuk kelompok tani tersebut disertai dengan bbantuanpupuk organik yang disalurkan secara bersamaan dengan harapan dapat meringankan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani.

"Banyak bantuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat terutama untuk bidang pertanian dan peternakan, tergantung keinginan masyarakat seperti apa," ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini Pemkab melalui dinas terkait selalu mengamati keinginan masyarakat seperti apa, sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran seperti yang dikehendaki masyarakat.

Namun, katanya, pemerintah juga menyeleksi secara ketat keinginan masyarakat tersebut sesuai dengan kebutuhan daerah, niat usaha yang besar dan mau diarahkan atau tidak, hal itu dilakukan agar segala mcam bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

"Kami tidak ingin berbagai bantuan yang sifatnya hibah tersebut tidak menghasilkan sesuatu yang membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Selain memberikan bantuan bibit alpokat, kata Saukani, Pemkab juga telah memberikan bantuan bibit jeruk lokal untuk ditanam di lahan seluas 50 hektare di lima kecamatan meliputi kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa dan Jebus.

Ia menjelaskan, kebun jeruk seluas 50 hektare tersebut dikelola oleh llima kelompok tani di masing-msaing kecamatan tersebut, dalam setiap kelompok tani minimal terdapat 10 orang anggota yang berdomisili didekat lahan tersebut.

"Kami akan terus membuka lahan untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortilkultura, karena jika diolah dengan tekun dan caranya benar, daerah itu sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman buah-buahan," ujarnya.

Menurut dia, berbagai bantuan pupuk, bibit tanaman jenis unggul dan pembukaan lahan perkebunan yang diberikan Pemkab tersebut sebagai upaya menyiapkan masyarakat setempat dalam menghadapi pascatimah.

"Kami mengharapkan masyarakat mulai saat ini belajar dan berinvestasi ke bidang lain selain sektor pertambangan, agar setelah kandungan timah habis, roda perekonomian masih tetap bisa jalan," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News