PEMKAB BANGKA BARAT: STUDI TAPAK PLTN BERLANJUT

Muntok, Bangka Barat, 21/10 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, menyatakan studi tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang sedang dilakukan PT Surveyor Indonesia dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) terus berlanjut.

"Meskipun mendapat tantangan dan tanggapan beragam dari berbagai elemen masyarakat, namun program pembangunan tapak PLTN di Bangka Barat akan terus dilaksanakan, karena sudah sesuai dengan Undang Undang," ujar Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Bangka Barat, Achyadi di Muntok, Jumat.

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP 2005 sampai 2025), penggunaan PLTN telah ditetapkan dalam RPJM ke-tiga 2015 sampai 2019.

Menurut dia, Pemkab mengetahui ada beberapa pihak yang kontra PLTN, namun pihaknya belum akan menanggapinya, karena saat ini baru dalam proses studi tapak atau analisa kelayakan rencana lokasi pembangunan reaktor nuklir tersebut.

Ia mengharapkan, masyarakat untuk bersabar menunggu hasil dari studi tapak yang sedang dilakukan, karena studi tersebut baru akan mendapatkan hasilnya sekitar tiga tahun ke depan jadi saat ini tidak perlu diperdebatkan.

"Kami minta masyarakat menunggu hasil studi tapak terlebih dahulu dan jika nantinya Muntok layak untuk didirikan PLTN, baru kita musyawarah lagi bagaimana baiknya, diteruskan, ditunda atau ditolak megaproyek tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, jika Muntok layak untuk dijadikan lokasi pembangunan PLTN, tentunya Pemkab memiliki posisi tawar yang tinggi untuk mengajukan berbagai persyaratan yang menguntungkan masyarakat berupa jaminan sosial dan peningkatan pendapatan daerah.

Pemkab akan berusaha agar masyarakat mendapatkan banyak manfaat dari proyek tersebut, seperti jaminan ketersediaan listrik murah, kesehatan, lapangan kerja dan pembangunan infrastruktur lainnya.

Selain berbagai macam jaminan tersebut, katanya, investor juga akan banyak yang masuk ke Bangka Barat dengan mengembangkan sektor pengolahan hasil peternakan, pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, industri dan lainnya.

"Kami yakin investor akan berdatangan ke Bangka Barat sekaligus menyediakan banyak peluang lapangan kerja yang bermanfaat untuk mengurangi jumlah pengangguran daerah yang semakin meningkat," ujarnya.

Banyaknya investor yang tidak melanjutkan pembangunan industri di daerah tersebut, katanya, karena mereka terkendala dengan minimnya ketersediaan listrik sehingga dianggap kurang menguntungkan untuk dilanjutkan.

Menurut dia, dukungan Pemkab untuk menyukseskan studi tapak merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena keterbatasan pasokan listrik daerah menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembangunan.

"Kami mengharapkan masyarakat bersabar menunggu hasil analisa yang sedang dilakukan dan berpikir positif arena tidak mungkin seorang pemimpin akan menyengsarakan rakyatnya," demikian Achyadi.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News