PEMKAB BASEL SALURKAN BANTUAN 25.000 BIBIT GAHARU

Toboali, Bangka Selatan, 11/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, akan menyalurkan bantuan 25.000 batang bibit gaharu kepada kelompok tani di Desa Nangka untuk membantu perluasan areal perkebunan tanaman ekspor tersebut.

"Penyaluran bibit itu menunggu surat keputusan penetapan kelompok calon penerima bantuan dari BPDAS Pangkalpinang dengan harapan dapat segera tersalurkan," ujar Kasi Perlindungan dan Pengembangan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Basel, Evan Sandi Maulana di Toboali, Jumat.

Ia menjelaskan, pengadaan bibit gaharu tersebut menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012 sebagai wujud komitmen pemerintah pusat dalam mengembangkan tanaman gaharu karena saat ini pengembangan tanaman itu memiliki prospek cukup cerah.

"Saya berharap melalui bantuan bibit tersebut ke depannya daerah itu dapat menjadi salah satu penghasil gaharu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarak Basel terutama bagi mereka yang berkebun gaharu," ujarnya.

Secara administrasi, luas wilayah Kabupaten Basel 3.607,8 kilometer persegi terbagi menjadi tujuh kecamatan yakni Kecamatan Roboali, Air Gegas, Payung, Simpang Rimba, Lepar Pongok, Tukak Sadai dan Pulau Besar dengan profesi masyarakatnya secara umum di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan dan lainnya.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Basel, hingga 2011 memiliki luas areal perkebunan gaharu alam mencapai 225 hektare dengan popolasi tanaman 20.4000 batang tersebar di tujuh di daerah itu.

"Gaharu alam tersebut merupakan bantuan dari pemerintah daerah pada 2011, namun kalau gaharu budi daya kami belum melakukan pendataan luas lahan serta populasinya sehingga tidak diketahui berapa luas dan banyaknya tanaman tersebut yang dibudidayakan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, pengembangan tanaman gaharu di Kabupaten Basel hingga saat ini masih terkendala rendahnya minat masyarakat untuk membudidayakan tanaman tersebut, karena biasanya masyarakat mau membudidayakannya apabila sudah melihat seseorang yang sukses akibat membudidayakan tanaman itu.

"Kami sudah mensosialisasikannya kepada masyarakat tentang peluang bisnis dan keuntungannya jika membudidayakan gaharu, namun mereka tetap belum berminat karena di Babel khususnya di Kabupaten Basel masih sulit mencari orang kaya karena budi daya gaharu," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini, gaharu memiliki prospek bisnis yang cukup cerah untuk dikembangkan khususnya di Kabupaten Basel karena setiap tahun permintaan negara-negara pengimpor gaharu sebagai bahan baku industri mereka seperti parfum, obat-obatan dan lainnya terus meningkat.

Peningkatan permintaan negara-negara pengimpor gaharu seperti Arab Saudi, China dan lainnya telah menyebabkan meningkatnya harga gaharu dunia sehingga diharapkan peluang bisnis itu dapat dimanfaatkan masyarakat dengan menanam gaharu untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Semua itu tergantung dari masyarakat yang bersangkutan akan menanam gaharu atau tidak, namun saya berharap melalui bantuan bibit gaharu kepada kelompok tani di Desa Nangka mampu memotivasi masyarakat khususnya di Kabupaten Basel untuk membudidayakan gaharu," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News