PEMKAB BUKA PELUANG INVESTASI MINERAL TANAH JARANG

 

Muntok, Bangka Barat, 12/3 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, membuka peluang bagi para investor untuk membangun industri pengolahan mineral tanah jarang yang belum terkelola dengan baik di daerah itu.
 
"Sampai saat ini belum ada investasi industri pengolahan industri hilir di Bangka Barat terkait eksplorasi logam tanah jarang di daerah itu," ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bangka Barat Chairul Amri Rani di Muntok, Senin.
 
Untuk memberikan gambaran kandungan mineral tanah jarang di daerah itu, katanya, Pemkab akan melakukan perjanjian kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang akan ditandatangani pada minggu ini.
 
Ia mengatakan, setelah terjadi kesepakatan kerja sama rencananya BBPT akan langsung menyiapkan dan mengirim tim ahli untuk melakukan eksplorasi logam tanah jarang di Bangka Barat.
 
"BPPT juga bersedia mencarikan investor yang akan berinvestasi membangun industri pengolahan logam tanah jarang, mereka sudah siapkan hal itu," ujarnya.
 
Pemkab berharap pembangunan industri logam tanah jarang tersebut berlokasi di Bangka Barat untuk menumbuhkan perekonomian daerah itu sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Bangka Barat.
 
Menurut dia, tim ahli akan melakukan penelitian terkait volume logam tanah jarang dan mengkaji bahan apa saja yang terkandung di daerah itu sehingga nantinya mampu menentukan industri apa yang cocok dibangun.
 
"Sampai saat ini belum ada kesepakatan resmi, namun kabarnya mereka telah menyiapkan tim dan investor untuk pengelolaan logam tanah jarang di Bangka Barat, karena mereka telah memperkirakan mineral apa saja yang ada dan sampai saat ini belum ada pengelolanya," ujarnya.
 
Amri menambahkan, data hasil kajian tersebut akan dijadikan bahan Pemkab melakukan paparan dengan para investor, agar mereka semakin tertarik menanamkan modalnya di daerah itu.
 
Ia menjelaskan, logam tanah jarang dipakai untuk teknologi tinggi, seperti perlengkapan komputer, baterai ringan, lampu, bahan prosesor, tempat penyimpanan hydrogen, laser dan belasan barang produksi lainnya.
 
Kekayaan luar biasa tersebut, katanya, jika dikelola dengan baik dari awal akan meningkatkan nilai jual mineral tersebut, banyak membuka lapangan pekerjaan dan memberi kontribusi luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat.
 
Hadirnya investasi yang menangani mineral ikutan ini sangat diharapkan, karena selama ini belum ada yang serius mengembangkan hal tersebut terkait keterbatasan energi yang ada di Bangka Barat.
 
"Sampai saat ini mineral tanah jarang tersebut masih diekspor berupa bahan mentah yang harganya relatif sangat murah, mineral tersebut kebanyakan merupakan mineral ikutan pasir timah yang diekspor ke Singapura, Malaysia, China dan negara-negara eropa," ujarnya.
 
Hadirnya investor logam tanah jarang, katanya, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis mineral tersebut karena Babel memiliki kandungan yang nilainya sangat tinggi namun belum disadari warganya sehingga banyak yang mengekspor dengan nilai sangat murah.
Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News