PEMKAB GANDENG BPPT BENTUK DESA MANDIRI ENERGI

Muntok, Bangka Barat, 10/3 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 berhasil menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam upaya membentuk satu desa mandiri energi seiring krisis listrik di daerah itu. "Satu unit desa mandiri energi tersebut diharapkan menjadi desa percontohan pengembangan energi berbasis potensi energi yang dimiliki," ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bangka Barat Chairul Amri Rani di Muntok, Sabtu. Ia menjelaskan, kerja sama dua belah pihak telah ditandatangani pada awal bulan ini untuk memantapkan langkah yang akan dilaksanakan seperti penelitian, kerja sama dengan pihak swasta dan lainnya untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah itu. Dengan nota kesepahaman tersebut, katanya, merupakan langkah awal bagus untuk mewujudkan optimalisasi potensi energi yang dapat dimanfaatkan untuk menyediakan kebutuhan warga seperti listrik, bahan bakar rumah tangga. "Kami memprioritaskan bidang ESDM dengan mengembangkan potensi limbah warga setempat untuk diolah menjadi energi listrik dan gas kebutuhan rumah tangga untuk mewujudkan desa mandiri energi," ujarnya. Untuk proses selanjutnya, katanya Dinas ESDM bersama BPPT akan melakukan kajian dan mencoba mengembangkan bahan bakar nabati dengan menggunakan lahan bekas tambang sekaligus dalam upaya revitalisasi lahan tersebut. Ia mengatakan, ke depan akan dikembangkan energi baru terbarukan seperti kotoran ternak, cangkang sawit, limbah cair sawit, energi surya, jarak, buah nyamlung dan lainnya yang ada di daerah setempat. "Meskipun hanya menghasilkan energi terbatas, namun kami perkirakan cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar," ujarnya. Ia mengatakan, pada tahun ini akan diupayakan terwujud minimal satu desa mandiri energi sebagai proyek percontohan bagi desa lainnya. Berdasarkan karakter masyarakat, warga Bangka Barat harus melihat sendiri contoh desa tersebut, jika dinilai berhasil tentu program percontohan tersebut akan segera diikuti desa lainnya. "Karakter masyarakat Bangka Barat harus diberi contoh nyata terlebih dahulu , setelah dinilai menguntungkan dan mudah dilakukan, mereka akan cepat mengikuti contoh tersebut," ujarnya. Krisis energi di daerah itu sudah lama terjadi dan sampai sekarang masih dicari solusi untuk mengatasi kekurangan tersebut, untuk itu kebijakan Pemkab tersebut diharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak agar ke depan ketersediaan energi semakin banyak. "Nota kerjasama tersebut untuk pengkajian, penerapan dan pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah dalam upaya mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan," ujarnya. Untuk sektor energi baru terbarukan tersebut, Pemkab menargetkan pada 2025 bisa mencapai 25 persen, meskipun saat ini baru mencapai 5,7 persen, dari kebutuhan warga daerah itu.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News