PEMKAB IMBAU WARGA BUKA LAHAN SECARA MANUAL

         Muntok, Bangka Barat, 16/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung mengimbau warga di daerah itu membuka lahan secara manual atau dengan alat traktor untuk menghindari kebakaran hutan yang sering terjadi di musim kemarau.

         "Kami minta kebiasaan turun-temurun warga yaitu membuka lahan dengan cara pembakaran segera ditinggalkan karena tidak ramah lingkungan," ujar Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat, Saukani di Muntok, Rabu.

         Menurut dia, membakar lahan saat menghadapi musim kemarau seperti saat ini berpotensi kebakaran akan meluas dan menimbulkan dampak bagi lingkungan.

         Sosialisasi akan terus dilakukan kepada masyarakat melalui perangkat desa, agar menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar dan mengarahkan petani untuk membuka lahan secara manual karena rumput atau pepohonan hasil pembukaan lahan dapat dijadikan kompos.

         Ia menjelaskan, perlu peningkatan kesadaran kepada warga dan perusahaan perkebunan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampak kebakaran lahan yang terjadi sangat membahayakan, asapnya mengganggu kesehatan dan transportasi penerbanganan.

         "Musim kemarau berpotensi terjadi kebakaran, hutan untuk itu kami minta kesadaran warga untuk tidak membakar hutan saat menyiapkan lahan untuk pertanian dan perkebunan," ujarnya.

         Ia mengatakan, saat ini belum ditemukan titik api di wilayah Bangka Barat, namun dikhawatirkan terkait pola pikir masyarakat yang masih sederhana dan mencari praktisnya, mereka akan tetap membuka lahan dengan membakar.

         "Memang membuka lahan dengan membakar lebvih praktis dan murah, namun efeknya sangat berbahaya bagi kesehatan, keselamatan penerbangan dan kelestarian lingkungan. Itu yang perlu disadari warga," ujarnya.

         Ia mengatakan, dalam setiap pertemuan dengan warga kelompok tani dan pekebun selalu menekankan bahaya pembakaran hutan agar mereka semakin menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

         "Kami juga akan melakukan pengawasan dan imbauan di seluruh kecamatan agar tidak membuka lahan dengan membakar dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan semakin luas," ujarnya.

          Ia mengharapkan, warga tidak melakukan tindakan membakar hutan menjelang dan saat musim kemarau karena di musim panas kering seperti ini sangat rawan kebakaran dan tidak membuang sumber api seperti puntung rokok sembarangan.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News