PEMKAB LATIH PEMUDA PUTUS SEKOLAH ANYAM KOPIAH

 

Muntok, Bangka Barat, 7/3 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung pada 2012 akan memberikan pelatihan kepada para pemuda putus sekolah setempat menekuni pembuatan anyaman kopiah resam seiring meningkatnya permintaan pasar.
 
 "Pelatihan tersebut diaharapkan mampu meningkatkan kemandirian para peserta sekaligus sebagai bukti keseriusan Pemkab dalam upaya pengentasan kemiskinan," kata Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bangka Barat, Sukandi di Muntok, Rabu.
 
 Menurut dia, pelatihan keterampilan tersebut akan diberikan kepada dua kelompok masyarakat yang beranggotakan minimal 10 orang para pemuda putus sekolah atau masyarakat miskin setempat yang memiliki keinginan untuk maju.
 
 Ia mengatakan, kopiah resam merupakan kopiah khas Bangka Barat yang terbuat dari serat tumbuhan jenis paku-pakuan yang memiliki prospek pasar cukup besar seiring digiatkannya sektor pariwisata dan IKM di daerah itu.
 "Kami akan survei ke seluruh pelosok mencari kelompok yang layakdilatih dan memiliki keseriusan untuk maju, sehingga pelatihan itu bermanfaat sebagai modal usaha bagi para pesertanya," ujarnya.
 Selain itu, katanya, pelatihan tersebut juga terkait ajakan bupati setempat agar para pegawai negeri sipil dan tenaga honorer laki-laki di lingkungan Pemkab Bangka Barat menggunakan kopiah resam khususnya pada hari Jumat agar produk tersebut semakin populer di masyarakat.
 
 Sukandi Mengatakan, kewajiban memakai kopiah resam tersebut sebagai salah satu upaya Pemkab untuk menghargai dan melestarikan produk kerajinan setempat sekaligus merangsang para perajin untuk terus berkarya.
 "Kami akan menangkap peluang tersebut dengan memberikan pelatihan kepada keolompok pemuda putus sekolah tersebut mempelajari keteraampilan pembuatan kopiah resam," ujarnya.
 Ia mengatakan, kopiah yang terbuat dari serat tumbuhan paku tersebut merupakan peninggalan masa lalu yang perlu dipertahankan sekaligus dapat dijadikan kerajinan khas Bangka Barat sehingga akemungkinan akan menjadi buruan para wisatawan yang datang ke daerah itu.
 
 "Saat ini animo masyarakat membeli produk kerajinan khas daerah masih rendah, dengan program wajib kopiah resam diharapkan dapat menjadi strategi tepat untuk mengenalkan kopiah resam kepada masyarakat luas sehingga mereka berminat membelinya," ujarnya.
 
 Menurut dia, saat ini Pemda lebih fokus dalam mengembangkan pemasaran produk IKM di tingkat lokal, setelah dinilai mampu bersaing dengan produk luar daerah, baru dibuka pangsa pasar yang lebih luas hingga ke luar daerah.
 
 Menurut dia, usaha IKM sebenarnya merupakan usaha yang cukup menjanjikan jika ditekuni dengan serius para pelakunya dan pemda siap memberikan bantuan modal untuk mengambangkan usaha tersebut dengan berbagai bantuan pelatihan dan permodalan.
 
 Selain pembuatan kopiah resam, katanya, SKB juga akan memberikan pelatihan lain seperti sablon, bengkel las, pembuatan bubu penangkap ikan, makanan rusip, piring rotan, kursus rias pengantin dan lainnya disesuaikan keinginan peserta dan ketersediaan bahan yang ada di sekitar tempat tinggal peserta.
 
 "Kami yang akan merekrut mereka dengan melakukan survei langsung ke setiap desa di seluruh Kabupaten dengan melibatkan pamong desa masing-masing, bukan masyarakat yang mendaftar SKB," ujarnya.
Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News