PEMKAB LUNCURKAN BAKIT SEBAGAI DESA MANDIRI PERTAMA

          Muntok, Bangka Barat, 4/6 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung akan meluncurkan Desa Bakit Kecamatan Parittiga sebagai desa mandiri pertama dari 12 yang ditargetkan terbentuk pada 2012.

         "Peluncuran akan kami laksanakan pada Rabu (8/6), ini merupakan salah satu terobosan pemkab untuk percepatan pembangunan daerah. Kami berharap setelah peluncuran ini dapat segera diikuti desa lainnya sehingga ke depan Bangka Barat semakin mandiri dan sejahtera," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Bangka Barat, Sidarta Gautama di Muntok, Senin.

         Ia menjelaskan, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga memiliki potensi perikanan dan kelautan yang dapat mendukung pariwisata di daerah itu dan menjadi salah satu dari 12 desa yang diproyeksikan menjadi desa mandiri 2012.

         Menurut dia, Desa Bakit sudah memiliki seluruh indikasi menjadi desa mandiri seperti kependudukan, pelaksanaan kamtibmas, pelaksanaan PHBS, pemanfaatan hutan rakyat dan potensi lain dengan pengawasan ketat dari tim pelaksana pengawasan di bawah satuan kerja perangkat daerah terkait.

         "Selain itu kami upayakan Desa Bakit agar mampu bersiang dengan Belinyu, Kabupaten Bangka dalam pengelolaan pariwisata di daerah itu," ujarnya.

         Ia mengatakan, pada 2012 Pemkab Bangka Barat merencakan membentuk 12 desa mandiri di enam kecamatan meliputi Kecamatan Muntok terdiri dari Desa Belo Laut dan Air Putih, Kecamatn Parittiga yaitu Desa Bakit, Kecamatan Simpang Teritip terdiri dari Desa Rambat dan Kundi, Kecamatan Jebus terdiri dari Desa Rukam, Ketap dan Air Kuang serta Kecamatan tepilang terdiri dari Desa Simpang Yul dan Tanjung Niur.

         Desa Bakit, kata dia, merupakan desa yang memiliki potensi perikanan, kelautan dan pariwisata yang selama ini warganya sudah menggantungkan hidupnya dalam sektor tersebut dan perlu pengembangan lebih lanjut.

         Selain itu, kata dia, Desa Bakit juga terkenal sebagai penghasil asli siput gonggong yang saat ini terus dikembangkan Belinyu sebagai makanan khas daerah  itu, namun dengan dijadikannya Desa Bakik sebagai desa mandiri diharapkan ke depan potnsi itu kembali lagi melekat di Bakit.

         "Warga sudah mengembangkan siput gonggong sebagai kuliner khas dengan berbagai rasa yang dikelola badan usaha milik desa (BUMDes) dan diharapkan mampu bersaing dengan Belinyu dalam mengembangkan produk kuliner pelengkap sektor pariwisata di daerah itu," ujarnya.

         Ia mengharapkan, dengan diluncurkannya Desa Bakit sebagai desa madiri dapat segera diikuti sebelas desa lain sehingga program pembangunan daerah dapat lebih fokus mengembangkan desa tersebut, namun juga tidak menganaktirikan desa lainnya.

         Menurut dia, program desa mandiri ini merupakan program tambahan, jadi desa lainnya tetap berjalan sesuai yang sudah diusulkan dalam musrenbang.

         "Kami berharap dengan adanya desa mandiri ini mampu mengangkat perekonomian warga menjadi mandiri dan sejahtera dengan indikasi sehat badannya, cerdas otaknya, tebal kantongnya,
    Dia berharap diluncurkannya desa mandiri ini mampu meningkatkan persaingan sehat antardesa agar terpacu membangun desa masing-masing sesuai potensi yang dimiliki dan bisa saja mereka mengembangkan dengan bekerja sama dengan pihak swasta.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara