PEMKAB MINTA MASYARAKAT TELITI BELI HEWAN KURBAN

Muntok, Bangka Barat, 23/10 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, meminta masyarakat lebih teliti membeli hewan kurban dengan memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan hewan tersebut.

"Kami mengharapkan masyarakat lebih teliti karena sebagian besar sapi dan kambing yang beredar di pasaran didatangkan dari luar daerah, sehingga kami tidak tahu kesehatan hewan tersebut," ujar Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Bangka Barat, Achyadi di Muntok, Minggu.

Ia menjelaskan, sebaiknya warga berkonsultasi terlebih dahulu dengan para petugas penyuluh pertanian dan peternakan yang ada di setiap desa masing-masing untuk memastikan hewan ternak tersebut sehat dan memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.

Menurut dia, Pemkab mengharapkan para pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ikut berpartisipasi dalam pengecekan hewan ternak agar layak dijadikan kurban dan aman dikonsumsi masyarakat.

"Kami mengharapkan partisipasi pihak Dinas Pertanian dan Peternakan, MUI dan pengurus Masjid masing-masing untuk memastikan hewan ternak layak dijadikan kurban dan tidak terjangkit penyakit berbahaya seperti antraks yang dapat menular ke tubuh manusia," ujarnya.

Ia mengatakan, hewan kurban di Bangka Barat selama ini sebagian besar dipasok dari Palembang dan Lampung, karena ketersediaan ternak di daerah itu sangat minim seiring rendahnya animo masyarakat beternak sapi dan kambing.

Kelompok peternak di Bangka Barat, katanya, sangat sedikit karena masyarakat masih menganggap beternak sapi dan kambing tidak mendatangkan keuntungan besar dan masih kalah dibandingkan dengan menambang bijih timah.

Ia mengatakan, Pemkab berupaya mengadakan pengecekan ke Pelabuhan Tanjung Kalian sebagai pintu masuknya pasokan ternak dari luar daerah dengan menurunkan petugas dari Distannak dan Balai Karantina Pelabuhan untuk memastikan ternak yang datang dalam kondisi sehat.

Selain bertugas di Pelabuhan Tanjung kalian, katanya, para petugas dari Distannak juga akan mencek langsung ke beberapa Masjid yang akan dimulai sekitar 10 hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriyah.

"Dengan upaya yang dilakukan berbagai pihak, kami mengharapkan perayaan Idul Adha kali ini tidak ditemukan adanya hewan korban yang bermasalah, dan hewan yang akan disembelih betul-betul ternak yang sehat sehingga masyarakat aman mengkonsumsinya," katanya.

Sementara itu, mengenai bantuan ternak yang akan di berikan ke beberapa masjid, ia mengatakan, belum mengetahui jumlah pastinya karena belum ada konfirmasi dari Kabag Kesra Pemda Bangka Barat.

"Kami belum mengetahui jumlah pastinya karena Kabag Kesra sedang mengantar jemaah calon haji Bangka Barat ke Embarkasi Palembang," demikian Achyadi.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News