PEMKAB RENCANA BANGUN 15 EMBUNG ANTISIPASI KEKERINGAN

          Muntok, Bangka Barat, 16/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2013 merencanakan membangun 15 unit embung untuk mengantisipasi kekeringan lahan pertanian di daerah itu.

         "Saat ini, belum ada lahan tanam padi berupa sawah karena minimnya ketersediaan air dan sarana irigasi. Seluruhnya masih berupa ladang yang hanya bisa ditanami padi setahun sekali," ujar Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat Saukani di Muntok, Rabu.

         Dengan dibangunnya embung tersebut, dia berharap dapat menjamin ketersediaan air di daerah itu sehingga petani dapat bercocok tanam sepanjang tahun sekaligus meningkatkan animo warga untuk bercocok tanam.

         "Kami akan mengajukan ke pemerintah agar mendapatkan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013," ujarnya.

         Pemkab Bangka Barat pada tahun 2011, kata Saukani, telah berhasil membangun 20 unit embung yang dipersiapkan untuk petani pada musim kemarau yang terdapat di Kecamatan Kelapa 7 unit, Muntok 6 unit, Simpang Teritip 4 unit dan Tempilang 3 unit.

         Ia menilai program pembangunan embung pada tahun 2011 cukup berhasil, terbukti banyak warga yang mengajukan permintaan penampungan air di daerahnya karena sudah menyadari dan mengerti manfaatnya.

         Pada tahun 2012, kata dia, pemkab tidak melakukan pembangunan embung karena masih menunggu hasil dan manfaat pembangunan embung pada tahun sebelumnya, apakah bermanfaat atau tidak untuk warga.

         Dengan adanya embung-embung tersebut, kata dia, saat musim kemarau petani tidak kesulitan mendapatkan sumber-sumber air untuk tanaman mereka.

         "Ketersediaan embung diharapkan mampu membantu petani mendapatkan air," ujarnya.

         Jika program ini berhasil, lanjut dia, pihaknya akan mengajurkan agar petani menjadikan lahan tanam padinya menjadi areal persawahan sehingga dapat ditanami padi setahun dua kali.

         Ia menegaskan, dengan adanya embung tersebut, dapat membantu petani mendapatkan sumber air dan penanaman padi dapat berkesinambungan meskipun pada musim kemarau.

         "Program ini merupakan bentuk perhatian Pemkab kepada para petani untuk meningkatkan produksinya. Meskipun Bangka Barat bukan sentra produksi beras, minimal mereka mampu swasembada beras di desa masing-masing," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News