PEMKAB TAMBAH TIGA UNIT TAMBATAN PERAHU NELAYAN

Muntok, Bangka Barat, 17/12 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada akhir 2012 akan menambah tiga unit tambatan perahu nelayan untuk mempermudah perahu bersandar.
"Kami merencanakan membangun di Kundi, Anyai dan Rukam agar nelayan setempat merasa terbantu dengan program pemkab yang sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 tersebut," ujar Kepala Seksi Sarana dan Prasarana pada Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Barat, Yopie Mardianta di Muntok, Sabtu.

Ia menjelaskan, pembangunan tiga unit tambatan perahu tersebut dilaksanakan atas berbagai pertimbangan dan disesuaikan kebutuhan nelayan setempat agar pembangunan yang telah menghabiskan anggaran besar sesuai peruntukannya dan tepat sasaran.

Menurut dia, upaya tersebut dilaksanakan berdasarkan penilaian program yang sama pada 2011 yang telah berhasil membangun satu unit di Tanjung Punai sepanjang 250 meter yang dapat menampung sekitar 100 perahu nelayan tradisional.

"Kami merencanakan tiga unit tambatan perahu tersebut memiliki panjang yang sama dengan yang di Tanjung Punai," ujarnya tanpa menyebutkan jumlah anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut.

Untuk tahun berikutnya, menurut dia, DKP tetap berupaya meningkatkan berbagai bantuan untuk meningkatakan kesejahteraan nelayan di enam kecamatan meliputi Kecaamtan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga.

Ia mengharapkan, untuk tahun-tahun berikutnya seluruh nelayan di kecamatan lain juga dapat menikmati bantuan dari pemkab agar nelayan semakin termotivasi untuk melaut karena daerah tersebut memiliki potensi laut besar dan belum dimaksimalkan.

Sementara itu, jumlah nelayan di Bangka Barat sebanyak 1.861 orang, yang tersebar di Kecamatan Muntok 385 orang, Simpang Teritip 358 orang, Tempilang 478 orang, Kelapa 213 orang dan Jebus 427 orang.

Untuk luas laut, katanya, Kabupaten Bangka Barat memiliki luas laut 169.028,1 hektare atau 1.690,281 kilometer persegi dengan panjang garis pantai kurang lebih 273 kilometer.
"Dengan potensi usaha kelautan dan jumlah nelayan yang begitu banyak, kami akan terus memotivasi para nelayan agar semakin mencintai laut, karena dengan memiliki potensi kekayaan alam tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan," ujarnya.

Ia mengharapkan semua bantuan dari pemerinatah dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga bantuan tersebut dapat awet dan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Menurut dia, masih banyak potensi kelautan yang belum dimanfaatkan dengan baik akibat keengganan masyarakat setempat untuk melaut karena masih memiliki penilaian bahwa profesi nelayan tidak bisa menjamin kehidupan layak.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News