PEMKOT PANGKALPINANG DIRIKAN AKADEMI KOMUNITAS NEGERI

Pangkalpinang, 26/4 (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan mendirikan Akademi Komunitas Negeri untuk menampung para siswa yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berpotensi menjadi pengangguran.

"Dengan adanya Akademi Komunitas Negeri tersebut akan bisa menekan jumlah penggangguran dan meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat di Pangkalpinang," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan, para siswa yang tidak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tersebut yang terkendala biaya masuk perguruan tinggi, nantinya akan ditampung di Akademi Komunitas Negeri dan akan dibiayai untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas yang ada di Bangka Belitung sesuai keinginan mereka masing-masing hingga Diploma III (D3).

Program tersebut bertujunan untuk menyukseskan program wajib belajar 15 tahun yang merupakan satu-satunya daerah di Indonesia dan yang pertama kalinya melaksanakan program tersebut.

"Kami yakin program tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana karena melihat tingkat kesadaran para siswa untuk melanjutkan pendidikan cukup tinggi," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Pangkalpinang sudah mengajukan proposal pengajuan dananya dan tinggal menunggu keputusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) kemudian dibantu dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Program tersebut berharap secepatnya bisa direalisasikan untuk bisa mensukseskan program tersebut dan kemungkinan paling lambat sekitar 2013 program tersebut sudah bisa berjalan.

Dengan adanya akademi tersebut akan bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menjadi kendala dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

"Masyarakat harus bisa memanfaatkan kesempatan yang baik ini karena tidak semua orang memiliki kesempatan emas tersebut," ujarnya.

Menurut dia, dibandingkan dengan zaman dulu para siswa harus bersusah payah mendapatkan pendidikan dengan situasi lingkungan yang kurang mendukung, sementara sekarang sudah diberikan kesempatan semestinya bisa memanfaatkannya dengan baik.

Sementara itu, orang tua siswa juga harus bisa anak-anaknya untuk melanjutkan pedidikan, jangan sampai generasi muda yang sepantasnya mendapatkan pendidikan harus terbeban dengan tanggungan ekonomi keluarganya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News