PEMPROV BABEL SELENGGARAKAN FORKOPIMDA

        Pangkalanbaru, Bangka Tengah, 21/5 (ANTARA) - Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Bbael) menyelenggarakan Rapat Fasilitasi Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 21 sampai 23 Mei yang di pusatkan di Pangkalanbaru, Bangka Tengah.

        Ketua panitia penyelenggara M Syaifudin Zuhri di Pangkalpinang, Senin, menjelaskan Forkopimda bertujuan mengantisipasi konflik dalam kehidupan beragama guna mewujudkan ketenteraman dan ketertiban di daerah itu.

        Menurut dia, para pembicara dari unsur Forkopimda antara lain Gubernur, Kejati, DPRD, Danrem, Polda dan lainnya, sedangkan pesertanya dari unsur Forum Kerukunan Antarumat beragama (FKUB) dari enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

        Ia menjelaskan, Forkopimda merupakan agenda rutin setiap tahun untuk memperkokoh kerukunan antarumat beragama, namun tema yang diusung dalam setiap rapat berbeda-beda tergantung perkembangan aktual yang terjadi saat itu seperti tema terorisme diusung pada rapat tahun lalu.

         Menurut dia, melalui Forkopimda ini diharapkan Babel terlepas dari berbagai macam konflik berbau SARA seperti yang banyak terjadi di daerah lain yang bisa meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

         Kalau di Babel sendiri, katanya, keharmonisan dan toleransi antarumat beragama cukup tinggi  terbukti belum sampai ada kasus-kasus berbau SARA hingga merusak ketertiban dan kenyamanan kehidupan sehari-hari.

         "Masyarakat Babel yang multikultur, multietnis dan multireligi bisa hidup berdampingan dengan nyaman dengan saling hormat-menghormati antarkelompok yang berbeda, sehingga hal ini menjadi modal dalam pembangunan," ujarnya.

         Ia menjelaskan, penduduk Babel sekitar 1,2 juta jiwa didominasi etnis Melayu dan Tionghoa, suku Melayu berasal dari Bali, Jawa, Flores, Palembang, Padang dan berbagai daerah lainnya di Indonesia dan mereka bisa hidup bersatu dalam keragaman.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News