PEMUDA PUTUS SEKOLAH DIMINTA BENTUK KELOMPOK

          Muntok, Bangka Barat, 7/6 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung meminta para pemuda putus sekolah di daerah itu membentuk kelompok dan menggeluti bidang keterampilan sesuai potensi agar mampu mandiri.

         "Putus sekolah bukan alasan untuk berhenti berkreasi karena banyak potensi daerah yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan," ujar Kepala Sanggar Kegiatan Belajar Bangka Barat, Sukandi di Muntok, Kamis.

         Untuk menigkatkan produktivitas warga putus sekolah, kata dia, SKB akan terus berupaya meningkatkan pelatihan kepada kelompok pemuda putus sekolah di daerah itu dengan memberikan bekal keterampilan sesuai potensi daerah tempat tinggal dan minat warga binaan tersebut.

         Ia mengatakan, saat ini kelompok binaan SKB Bangka Barat ada dua yaitu di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok dengan dibekali keterampilan pembuatan terasi udang dan kelomok pemuda di Desa Dendang dengan keterampilan anyaman.

         "Kami bekali mereka dengan keterampilan sesuai keinginan dan potensi yang dimiliki serta sedikit modal usaha untuk meringankan biaya awal usahanya," kata dia.

         Ia menjelaskan, program tersebut sudah berjalan sejak 2011 dan saat ini masih terus melakukan pendampingan agar dapat berjalan dan mandiri sehingga dapat menjadi percontohan bagi kelompok pemuda desa lain.

         "Ke depan jika program ini berjalan baik, akan kami lepas dan mulai membina kelompok pemuda putus sekolah di desa lain sehingga tidak ada lagi pemuda putus sekolah yang menjadi pengangguran," ujarnya.

         Menurut dia, program pelatihan keterampilan tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkab dalam pengentasan kemiskinan terutama bagi mereka yang putus sekolah.

         "Untuk Kelompok pemuda Desa Belo saat ini sudah berjalan dengan baik bahkan sudah mampu membeli peralatan sendiri seperti mesin perahu tempel, alat pembuat terasi, alat penangkap udang dan lainnya, dan ada kemungkinan pada tahun berikutnya kelompok tersebut akan dilepaskan, SKB tinggal mengontrol manajemen usahanya agar dapat berjalan baik.  
    Namun, kata dia, untuk kelompok pemuda di Desa Dendang dengan keterampilan kopiah resamnya belum beitu bisa berjalan dengan baik.

         "Kami masih harus lebih intensif mengontrol perkembangan kelompok ini agar sesuai yang diharapkan karena pembuatan kopiah resam belum begitu dikuasai para peserta sehingga masih banyak pembenahan di berbagai sektor," ujarnya.

         Ia mengatakan, selain membuat kopiah resam, pihaknya juga akan memberikan keterampilan anyaman seperti menganyam membuat bubu penangkap ikan, piring bambu dan lainnya agar ada variasi usaha tidak hanya bergantung pada penjualan produk kopiah resam.

         "Kami berikan variasi desain dan model anyaman agar mereka semakin menguasai permasalahan anyam-menganyam dan desain produk yang lebih variatif," ujarnya.

         Menurut dia, Bangka Barat memiliki potensi hasil alam yang luar biasa seperti perkebunan, pertanian, kelautan, pariwisata dan lainnya yang belum tersentuh tangan-tangan kreatif untuk mengembangkan berbagai potensi tersebut.

         "Peluang usaha untuk mengembangkan potensi tersebut masih sangat terbuka, jadi putus sekolah jangan menjadi halangan untuk maju, mereka harus mampu berperan dalan menyukseskan tujuan pembangunan," ujarnya.  

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News