PENYAMPAIAN MUATAN LOKAL TERKENDALA KETERSEDIAAN GURU

          Muntok, Bangka Barat, 29/5 (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung menyatakan, penyampaian mata pelajaran muatan lokal belum bisa maksimal karena terkendala minimnya ketersediaan guru yang menguasai bidang tersebut.

         "Kadang kami harus memberdayakan guru yang belum memenuhi jumlah jam untuk mengajar muatan lokal tersebut padahal kurang menguasai materi sehingga dikhawatirkan penyampaiannya  kurang maksimal," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah pada Disdikpora Bangka Barat Amrullah Sidik di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan, warga asli daerah itu yang menjadi guru sangat kurang sehingga penyampaian muatan lokal yang berpedoman pada budaya, tradisi dan kesenian lokal juga kurang tersalurkan melalui mata pelajaran lokal, bahkan pada tahun lalu ada sekolah yang mengisi jam muatan lokal dengan bahasa inggris karena tidak memiliki guru yang berkompeten.

         Menurut dia, jumlah guru di Bangka Barat sudah cukup memadai yaitu sekitar 1.420 guru SD hingga SMA atau sebanding dengan jumlah sekolah sebanyak 149 sekolah, namun demikian dari jumlah tersebut yang memiliki kompetensi muatan lokal sangat minim.

         "Sampai saat ini belum ada peraturan daerah yang mengatur khusus mengenai muatan lokal sehingga pelajaran tersebut sifatnya belum mengikat, namun diharapkan pada tahun ajaran 2012/2013 perda tersebut dapat segera disahkan agar kesenian, budaya dan tradisi daerah dapat dikembangkan di setiap sekolah," ujarnya.

         Selain itu, kata dia, Pemkab juga sedang mengupayakan penambahan guru kesenian malalui program beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh jurusan kesenian di Universitas Negeri Jakarta.

         "Kami mengharapkan lulusan dari UNJ jurusan kesenian tersebut setelah lulus nanti mau mengabdikan diri di daearh asalnya sekaligus mengembangkan kesenian daerah," ujarnya.

         Selain kesenian, kata dia, pendidikan pertanian, perkebunan, perikanan juga diberikan sebagai pelajaran muatan lokal sesuai ptensi daerah itu.

         "Jadi yang kami berikan kepada para siswa tidak melulu kesenian namun juga tidak menutup kemungkinan pemberian pelajaran sesuai potensi daerah masing-masing seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata dan lainnya," ujarnya.

         Amrullah menambahkan, dalam satu minggu para siswa akan mendapatkan jatah dua jam ntuk mempelajari muatan lokal seperti imbauan dari Pemerintah Pusat.  
    "Kami telah melaksanakan hal tersebut, meskipun belum mampu memaksimalkan penyampaian terkait keterbatasan guru yang ada, namun ke depan kami harap semua guru yang menerima tugas tersebut mampu meningkatkan kemampuannya sehingga muatan lokal dapat disampaikan kepada peserta didik dengan baik," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara