Penyuluhan Kesehatan sebagai Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Penyuluhan Kesehatan sebagai Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Muntok- Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat kembali mengimplementasikan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial melalui penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat, beralamat di Masjid Agung Baiturridho, Pal 4 Muntok, Kamis (19 November 2020).
Penyuluhan Kesehatan kali ini mengangkat Tema “Cerdas Dalam Memilih Kosmetik Yang Aman”. Bertindak sebagai narasumber adalah Apt. Riza Umami, S,S.i, Apoteker Koordinator Kefarmasian RSUD Sejiran Setason sekaligus Apoteker Apotek Putra Farma Muntok Bangka Barat.
Peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja ini sangat antusias dalam berinteraksi dengan narasumber. Dalam paparannya, Apt. Riza Umami, S.Si mengatakan kosmetik adalah produk yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia dengan tujuan untuk membuat tubuh manusia terlihat berbeda.
Dirinya juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa sekarang banyak produsen nakal dalam memasarkan produk yang beredar di masyarakat dengan tidak memperhatikan keamanan untuk konsumen, sehingga sangat berbahaya untuk kesehatan masyarakat.
“Untuk itu, sebagai konsumen harus cerdas dalam memilih kosmetik aman. Apalagi kondisi saat ini inovasi teknologi dan peredaran produk kosmetik yang berkembang pesat, iklan produk kosmetik yang semakin gencar di berbagai media, penyebaran informasi mengenai kemanfaatan dan efek samping produk kosmetika yang masih kurang dan pelaporan efek samping kosmetika oleh masyarakat masih under –reporting. Hal ini membuat konsumen sering terkecoh," jelasnya.
Beberapa tips diberikan agar masyarakat menjadi konsumen cerdas dalam mewaspadai penawaran produk kecantikan dan kesehatan tubuh, antara lain mengetahui manfaat serta kerugian dari produk yang digunakan, tidak cepat mempercayai penawaran – penawaran produk kecantikan dan kesehatan tubuh, meningkatkan pengetahuan akan kebenaran kegunaan produk kecantikan dan kesehatan yang ditawarkan, serta mendisiplinkan diri untuk lebih selektif dalam menggunakan produk dan jasa kecantikan.
"Lebih lanjut, calon konsumen bisa melakukan pengecekan dengan "Cek KLIK”, artinya cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluarsa. Hindari pengguanaan kosmetik milik orang lain, yang belum tentu sesuai. Simpan kosmetik dengan baik, dan segera hentikan pemakaian kosmetik dan hubungi dokter bila terjadi efek samping kosmetik," tambahnya.
“Namun akan lebih baik kalau kita menggunakan kosmetik yang berbahan herbal daripada kosmetik yang berbahan kimia, karena efek samping yang ditimbulkan akan lebih kecil," tutupnya.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Karlena yulia
Fotografer: 
Yulianti
Editor: 
Wahyu Pratiwi