Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Bangka Barat

Muntok, 24/04/2019. Bupati Bangka Barat , Markus,SH membuka acara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang ke dua secara serentak diseluruh Indonesia dengan tema ‘Kesiapsiagaan Dimulai Dari Diri Kita, Keluarga dan Komunitas”. Acara di Bangka Barat dipusatkan  di Kampung Iklim Teluk Rubiah Muntok berupa latihan dan simulasi evakuasi Bencana Banjir.

Acara yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bangka Barat dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, BMKG, BASARNAS, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bangka Barat, kepala OPD Pemkab Bangka Barat serta tamu undangan lainnya.

Pada sambutannya Markus menyampaikan tujuan dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 adalah membangun awarness/ kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan cara membangun semua pihak-pihak dalam latihan kesiapsiagaan serentak diharapkan masyarakat indonesia dapat berpartisipasi dalam lingkup terkecil yaitu lingkungan keluarga komunitas sekolah/ madrasah/ kampus/ lembaga (pemerintah/ swasta/ lembaga usaha) untuk ikut berpartisipasi melalui berbagai kegiatan kesiapsiagaan bencana seperti edukasi bencana, simulasi evakuasi mandiri, gladi lapangan, uji sirene dan lain-lain dilaksanakan secara serentak.

Dalam sambutan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa menyampaikan 6 Instruksi Presiden terkait penanggulangan bencana yaitu :

  • Pentingnya menyusun perencanaan pembangunan daerah yang berlandaskan pada aspek-aspek penyiapan resiko bencana
  • Pelibatan akademisi dan  pakar-pakar kebencanaan secara masif untuk memprediksi ancaman serta sosialisai hasil kajian dan penelitiannya
  • Gubernur akan secara otomatis menjadi komandan satgas darurat pada saat bencana bersama Pangdam ,Kapolda dan kepala BPBD di wilayah terkait
  • Pembangunan sistem peringatan dini yang terpadu berbasiskan rekomendasi dari pakar
  • Lakukan edukasi bencana terutama di daerah rawan bencana
  • Lakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur

Disamping kita harus meningkatkan kemampuan dan kapasitas kita dalam menanggapi bencana kita juga harus mengurangi potensi atau resiko, mengurangi sumber masalah yaitu kerusakan lingkungan karena kita hidup dalam keseimbangan ekosistem. Sehebat apapun teknologi buatan manusia tidak akan mampu melawan alam. Mitigasi melalui vegetasi penanaman mangrove adalah salah satu jawaban dalam menghadapi bencana.

Sumber: 
DISKOMINFO BANGKA BARAT
Penulis: 
Adhitya
Fotografer: 
Yogie