PERTAMINA: 23 PROVINSI KELEBIHAN KUOTA BBM BERSUBSIDI

         Jakarta, 1/5 (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, konsumsi BBM bersubsidi di 23 dari 33 provinsi melebihi kuota yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2012, rata-rata sebesar 107 persen.

        Juru Bicara Pertamina M Harun di Jakarta, Selasa, mengatakan, konsumsi daerah-daerah yang memiliki kuota BBM bersubsidi terbesar yakni Sumatera Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mengalami kelebihan rata-rata 113,2 persen.

        "Jakarta dan Jabar mengalami kelebihan penyaluran paling besar, yaitu masing-masing 128 persen dan 116 persen," katanya.

        Kelebihan konsumsi kedua daerah itu terutama dikarenakan penyaluran premium yakni Jakarta 136 persen dan Jawa Barat 119 persen terhadap kuotanya.

        Harun mengatakan, realisasi penyaluran BBM bersubsidi  secara nasional dalam periode 1 Januari-30 April 2012 mencapai 14,1 juta kiloliter atau 107,4 persen terhadap kuota APBN Perubahan periode berjalan yang ditetapkan sebesar 13,2 juta kiloliter.

        Perinciannya, premium telah menyentuh angka 8,9 juta kiloliter atau 110 persen dari kuota yang ditetapkan 8,1 juta kiloliter.

        Lalu, realisasi penyaluran solar pada periode yang sama mencapai 4,9 juta kiloliter atau 107 persen dari kuota 4,6 juta kiloliter.

        Sedangkan realisasi penyaluran minyak mentah mengalami penurunan seiring dengan pelaksanaan program konversi ke elpiji yakni 410.000 kiloliter atau 73,1 persen terhadap kuota.

        "Total penyaluran BBM bersubsidi yang menjadi tanggung jawab Pertamina hingga 30 April telah mencapai 14,1 juta kiloliter atau 107,4 persen dari kuota yang ditetapkan," katanya.

        Jika dibandingkan dengan penyaluran Pertamina pada periode yang sama tahun lalu, realisasi itu mengalami kenaikan di atas 10 persen.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News