Pertemuan Sekda Bangka Barat bersama Tim Satgas Covid-19 Bangka Barat

Muntok - Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Drs. Muhammad Soleh, M.AP,  melakukan pertemuan bersama TIM Satuan Tugas Covid -19 bertempat di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat pada Senin, 25 Januari 2021.
Pertemuan dihadiri oleh Kasatpol PP Bangka Barat, Kepala BKPSDMD Bangka Barat, Danpos AL Muntok, juru bicara covid-19, Plt. Direktur RSUD Sejiran Setason, serta Kepala Puskesmas Muntok. Dalam pertemuan itu, Muhammad Soleh menyebutkan dengan semakin meluas dan bertambahnya covid-19 Bangka Barat, semua pihak harus mengambil langkah cepat  dalam melakukan upaya-upaya penanggulangan Covid 19, salah satunya adalah dalam hal penyediaan fasilitas penanggulangan covid-19, seperti ketersediaan wisma karantina (WK). 
“Saat ini, fasilitas Wisma Karantina (WK)yang ada tersedia 14 sampai 15 kamar. Akan tetapi, harapan kami, kasus konfirmasi covid-19 tidak terus bertambah,"ujarnya. 
“Dengan fasilitas yang ada, yang terkonfirmasi positif covid dan tidak tertampung di WK diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan memberdayakan RT/RW  setempat yang selanjutnya akan diatur dalam regulasi lebih lanjut. Pengurus RT/ RW setempat diharapkan  untuk melakukan pengawasan segala aktivitas yang mereka lakukan. Selain itu juga, RT/RW akan membantu dalam meyalurkan logistik dan kebutuhan sehari-harinya selama masa karantina mandiri, “katanya lagi. 
Terkait kurangnya fasilitas Wisma Karantina, Sekretaris  Tim Satuan Tugas Percepatan Pencegahan Covid 19 Bangka Barat, Sidharta Gautama, S. STP mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan survei ke lapangan lokasi-lokasi yang akan dijadikan sebagai WK. 
“Akan tetapi, belum ada lokasi yang cocok. Terkait hal ini, pihak PT Timah siap membantu dan memfasilitasi Pasien yang terdampak Covid agar terputus mata rantai Covidnya,” jelas Sidartha.
Sementara itu, dengan melihat kurangnya ketersediaan wisma karantina di Bangka Barat, Plt. Direktur RSUD Sejiran Setason, dr. Hendra memberikan alternatif solusi agar keberadaan wisma karantina tidak hanya terfokus di Diklat saja. 
“Ada baiknya juga disediakan wisma karantina di luar kecamatan Muntok, misalnya di Daerah perkebunan sawit yang jauh dari aktivitas masyarakat sekitar. Atau bisa kita tambahkan di Kecamatan sekitar sesuai dengan klaster mana yang terdampak Covid jadi tidak terlalu jauh datang ke diklat,” tambahnya. 
Terkait dengan perjalanan ASN Bangka Barat, Kepala BKPSDMD Bangka Barat, Antoni Pasaribu mengatakan bahwa pihaknya akan secara ketat mengawasi ASN yang ingin melakukan perjalanan, termasuk tujuan melakukan perjalanan.
 
Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Dedra
Fotografer: 
d_lm
Editor: 
Wahyu Pratiwi