PESERTA JAMKESMAS BANGKA BARAT TURUN 2.000 ORANG

          Muntok, Bangka Barat, 10/5 (ANTARA) - Jumlah peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 turun sekitar 2.000 orang dari tahun sebelumnya karena kesejahteraan warga di daerah itu meningkat.

         "Pada 2011 peserta Jamkesmas mencapai sekitar 8.500 lebih, namun setelah pendataan ulang pada 2012 jumlahnya menjadi 6.276 orang," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik pada Dinas Kesehatan Bangka Barat Rudi Faizul di Muntok, Kamis.

         Ia menjelaskan, dari 6.276 orang tersebut yang sudah memanfaatkan pelayanan kesehatan sebanyak 137 orang di Puskesmas, Pusyandik, RSUD Sejiran Setason dan RSUD rujukan lainnya.

         Menurut dia, sebagian besar dari 137 pasien Jamkesmas tersebut memanfaatkan pengobatan penyakit seperti Ispa, malaria, hipertensi, gangguan saluran cerna dan penyakit umum lainnya.

         "Kami prediksikan hingga akhir 2012 jumlahnya mencapai sekitar 650 orang peserta Jamkesmas yang memanfaatkan layanan kesehatan dari Pemerintah Pusat tersebut," ujarnya.

         Ia mengatakan, Jamkesmas atau jaminan kesehatan untuk warga miskin tersebut sudah terlaksana sejak beberapa tahun lalu sebagai langkah nyata dari Pemerintah dalam upaya meringankan beban biaya pelayanan kesehatan yang semakin tinggi.

         Jumlah peserta Jamkesmas diprediksi akan semakin menurun seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat di daerah itu dan banyak warga yang memilih Jaminan Kesehatan Rakyat (Jamkesra) karena pengurusan klaimnya lebih mudah.

         "Indikasi ke arah situ sudah terdeteksi pada tahun kemarin begitu diluncurkan program Jamkesra oleh Pemkab, karena syaratnya cukup menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga pasien dapat dilayani sesuai standar pelayanan Kelas III," ujarnya.

         Selain itu, katanya, pelayanan Jamkesra juga tidak melulu pengobatannya dengan obat generik, misalnya si pasien harus diobati dengan obat yang harganya mahal, pasien berhak mendapatkan obat tersebut.

         "Diluncurkannya program Jamkesra oleh Pemkab Bangka Barat bukan untuk menyaingi Jamkesmas, namun untuk menjaring warga yang belum terlindungi melalui Jamkesmas dan jaminan kesehatan lainnya dengan harapan warga tidak memikirkan lagi biaya berobat karena sudah ditanggung Pemkab," ujarnya.

         Ia mengharapkan, jaminan kesehatan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemkab dapat meningkatkan kesehatan warga di daerah itu karena masalah kesehatan merupakan masalah pokok yang harus dinikmati warga agar lebih produktif.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News

Berita

19/12/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
23/11/2018 | babel.antaranews.com
04/09/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
14/08/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
13/08/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
07/08/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
03/08/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
15/07/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
14/07/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
14/07/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol