Petani Bangka Barat diminta aktifkan gapoktan

Muntok (Antaranews Babel) - Para petani di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diminta mengaktifkan gabungan kelompok tani untuk meningkatkan keterampilan dan kelembagaan agar semakin sejahtera.

"Melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) berbagai permasalahan teknis bertani bisa diatasi bersama, kami optimisitis jika diaktifkan akan sangat membantu petani," kata Bupati Bangka Barat, Parhan Ali di Muntok, Selasa.

Gapoktan merupakan salah satu wadah untuk berbagi dan bertukar pikiran terkait berbagai permasalahan yang dihadapi petani, baik permasalahan teknis bercocok tanam maupun ketersediaan berbagai kebutuhan lainnya.

Menurut dia, Gapoktan Karya Usaha yang berada di Kecamatan Kelapa merupakan salah satu contoh nyata pentingnya peran kelompok tersebut untuk petani.

"Kelompok itu berhasil menjadi wadah petani yang ada di sekitarnya, bahkan beberapa hari lalu berhasil melaksanakan tanam bersama sebagai salah satu bentuk gotong royong anggotanya," katanya.

Pemerintah Daerah sangat mendukung program-program yang telah dibuat oleh para pengurus gapoktan yang ada di kabupaten itu, khususnya Gapoktan Karya Usaha.

"Jika digeluti sungguh-sungguh dan didukung berbagai inftastruktur, sektor pertanian daerah ini bisa membantu mewujudkan swasembada pangan," ujarnya.

Menurut dia, tanam bersama merupakan langkah nyata dari petani gapoktan karya usaha dalam mengawali musim tanam dapat menjadi contoh dan penyemangat gapoktan lainnya.

"Kami berharap padi bisa tumbuh dan dipanen dengan hasil baik sehingga produksi semakin meningkat dan berkualitas," katanya.

Ketua Gapoktan Karya Usaha, Alman Faluti menyatakan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu petani di daerah itu, mulai dari cetak sawah, bibit padi serta alat-alat pertanian, dan lainnya.

"Kami berupaya para anggota tetap menggeluti profesi sebagai petani dan akan memanfaatkan berbagai bantuan yang sudah disalurkan agar ke depan lebih mandiri," kata dia.

Cetak sawah empeng Kelurahan Kelapa dimulai pada 2012 seluas 159 hektare, namun saat ini baru dilakukan penanaman padi seluas 70 hektare yang di laksanakan 357 kepala keluarga.

Sumber: 
babel.antaranews.com
Penulis: 
Donatus

Berita

09/10/2018 | babel.antaranews.com
09/10/2018 | babel.antaranews.com
25/09/2018 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol
24/09/2018 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol
20/09/2018 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol