PETANI BANGKA BARAT PILIH TANAM PADI LOKAL

         Muntok, Bangka Barat, 21/5 (ANTARA) - Petani Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, sampai saat ini masih memilih menanam varietas padi lokal utan antu karena memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan jenis lain.

         "Selain itu, tanah di daerah itu juga tidak cocok untuk varietas unggul lainnya sehingga mereka memilih menanam jenis tersebut," ujar Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat Darmono di Muntok, Senin.

         Ia menjelaskan, para petai memilih varietas padi utan antu karena memiliki harga jual lebih tinggi yaitu sekitar Rp12 ribu per kilogram dibanding varietas padi lainnya yang hanya mencapai maksimal Rp10 per kilogram.

         "Varietas padi lokal utan antu adalah padi merah dan sangat diminati warga Bangka Barat, selain untuk konsumsi setiap hari, jenis beras merah  ini juga sering digunakan untuk acara pernikahan dan acara pesta lainnya," ujarnya.

         Menurut dia, selain memiliki nilai 'prestise', varietas utan antu merupakan ciri khas tinggalan para pendahulu dan dilakukan turun temurun oleh petani di daerah itu.

         Darmono mengatakan, pihaknya tidak akan menghilangkan kebiasaan petani menggunakan benih jenis lokal tersebut karena mereka sudah terbiasa dan ternyata lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

         "Meskipun penggarapannya kurang telaten namun hasilnya tidak mengecewakan, rata-rata produksi mencapai 1,2 ton per hektare," ujarnya.

         Menurut dia, hampir seluruh petani di enam kecamatan rata-rata menanam benih padi varietas padi merah yang memiliki rasa lebih enak dibanding varietas unggul dan jarang sekali terdengar petani di daerah itu gagal panen meskipun perawatan kurang bagus.

         Ia mengatakan, tradisi masyarakat menanam padi masih sangat kurang dibandingkan berkebun sawit, lada atau karet sehingga sampai saat ini daerah itu masih mengandalkan pasokan beras dari daerah lain seperti Pulau Jawa dan Sumatera yang mencapai 90 persen.

         "Kami akan terus berupaya mengembangkan varietas padi lokal utan antu dan tidak akan memaksakan petani menanam varietas unggul nasional seperti Inpari, Pandanwangi atau Ciherang karena varietas jenis itu belum tentu cocok dengan lahan di daerah itu yang masih berupa ladang," ujarnya.

         Menurut dia, varieatas unggul nasional mungkin cocok untuk diterapkan di daerah lain yang memili lahan tanam padi sawah, namun di Bangka Barat sampai saat ini belum ada areal persawahan dan semua lahan seluas 1.334 hektare yang terdapat di enam kecamatan meliputi Kecamtan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga masih berupa lahan ladang.  
    "Ke depan jika saluran irigasi dan embung sudah dapat difungsikan, kami akan mencoba mengembangkan varietas unggul nasional yang memiliki masa panen lebih cepat dibandingkan varietas lokal, namun kami tidak akan memaksakan petani menanam jenis unggul karena mereka telah menggunakan varietas lokal dan sudah terbukti keunggulannya," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News