Pjs. Bupati Bangka Barat Buka Kegiatan Workshop Pencegahan Kenakalan dan Kekerasan Terhadap Anak

 

Muntok- Pjs Bupati Bangka Barat, Drs. H. Sahirman, M. Si membuka secara resmi kegiatan workshop pencegahan kenakalan dan kekerasan terhadap anak se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dirinya juga bertindak sebagai narasumber pada kegiatan yang bertempat di Hall Pasadena Hotel pada Selasa 27 Oktober 2020 tersebut. 

Workshop juga dihadiri oleh Kepala dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB,Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangka Barat, Suwito,SE., TP.PKK Kab.Bangka Barat, DWP Kab.Bangka Barat, Satgas PPA Se-kabupaten Bangka Barat, PGRI, Lembaga Masyarakat Forum Sejiran Setason,  PATBM dan FPKDRT Se- Kabupaten Bangka Barat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Dalam paparannya, Pjs. Bupati Sahirman mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan jalan atau wadah untuk menuju Bangka Barat menjadi hebat dalam segala hal, terutama dalam segi pembangunan serta pemahaman anak, supaya terhindar dari kekerasan dan menjadi pelindung bagi mereka. 

"Dalam hal ini orang tua adalah contoh atau tauladan bagi anak-anaknya. Jika orang tua tidak bisa menjadi contoh, anak-anakn akan mencari contoh selain orang tua. Tontonan jadi salah satu media belajar, hanya saja harus selektif," ujarnya.

Workshop ini merupakan upaya pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada era milenial zaman teknologi 4.0. Serta merupakan perwujudan keadilan negara di tengah 
-tengah problematika terkini di masyarakat. Anak-anak yang termasuk dalam kategori pengguna internet dimana 65% nya merupakan anak usia 9-19 tahun.

Dra. Susanti M.A.P. selaku kepala dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan  anak Provinsi Bangka Belitung ini menyampaikan bahwa kegiatan ini harus di lakukan, karena anak-anak merupakan generasi muda yang  sudah seharusnya selalu mendapat perhatian. 

"Anak adalah aset yang harus dijaga. Jumlah anak-anak di Bangka Belitung adalah sepertiga dari jumlah penduduk di Bangka Belitung. Dan menurut laporan, pada kenyataannya anak-anak masih sangat terpapar dengan segala hal yang berhubungan dengan kenakalan dan kekerasan," ujarnya.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini kita dapat saling melihat dan memerhatikan anak-anak, terutama di Bangka Belitung dan terkhusus di Bangka Barat. sehingga kita dapat berkomitmen bersama dan akhirnya mencapai solusi dalam mencegah mereka tidak lagi mengalami yang namanya kekerasan maupun kenakalan," tutupnya.

Sumber: 
DISKOMINFO
Penulis: 
Wulan
Fotografer: 
dony
Editor: 
Wahyu Pratiwi