PLN SIAP PASOK LISTRIK "SMELTER" MINERAL

          Jakarta, 10/5 (ANTARA) - PT PLN (Persero) siap memasok kebutuhan listrik pabrik pengolahan atau "smelter" produk-produk tambang mineral.

         Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin di Jakarta, Kamis, mengatakan, untuk wilayah Jawa, pihaknya siap memasok listrik bagi "smelter".

         "Sementara itu, wilayah lain seperti Sumatera dan Sulawesi siap pada 2014, serta Kalimantan pada 2017 disesuaikan dengan pengoperasian 'smelter'-nya," katanya.

         Sesuai amanat UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, perusahaan tambang diwajibkan membangun "smelter" sebelum 2014.

         Menurut Murtaqi, pembangunan "smelter" di Jawa sebaiknya berlokasi di Jawa Timur yang mempunyai pasokan daya cukup, dengan beban tidak terlalu besar.

         Ia mengatakan, "smelter" membutuhkan pasokan listrik cukup besar dan bersifat khusus.

         Pasokan listrik "smelter"  bisa mengalami mati-hidup (on-off) berkali-kali dalam sehari sehingga tidak cocok memakai pembangkit berbahan bakar batu bara. "Smelter" nikel sebaiknya memakai pembangkit air dan gas.

         "Dengan demikian, tidak bisa langsung terpenuhi. PLN punya persyaratan khusus, termasuk harganya," katanya.

         Dirut PLN, Nur Pamudji mengatakan, pasokan listrik "smelter" di Kalimantan khususnya Kalbar bisa diimpor dari Serawak.

         "Serawak punya PLTA besar dan ini bisa digunakan untuk  peleburan bijih mineral di Kalbar," katanya.

         Murtaqi menambahkan, pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman penyambungan listrik dua perusahaan "smelter" yakni PT Bosowa Metal Industri dan Grup Modern.

         Bosowa akan membangun "smelter" di Sulsel dan Modern di Jatim dan Susel.

         "Sementara ada lima perusahaan lainnya yang sedang menjajaki penyambungan listrik," katanya.

         Menurut dia, pasokan listrik "smelter" dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan kapasitas pabriknya yakni mulai dari 50 MW hingga naik menjadi 150 MW.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News