POLISI HENTIKAN PENAMBANGAN LIAR TIMAH DI MUNTOK

Muntok,  (Antara) - Kepolisian Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu, menghentikan aktivitas penambangan secara liar bijih timah liar di wilayah laut Desa Air Putih, Muntok.

"Kami terpaksa menghentikan penambangan di lokasi tersebut karena kegiatan yang dilakukan warga itu tidak memiliki izin dan berlokasi di Wilayah Izin Usaha Penambangan (WIUP) milik PT Timah Tbk," ujar Kepala Polres Bangka Barat AKBP Djoko Purnomo SIK melalui Kepala Satuan Polair AKP Sahbaini di Muntok, Rabu.

Ia menjelaskan kegiatan penambangan di lokasi tersebut selain tidak memiliki izin, juga dilakukan dengan pola penambangan yang belum memenuhi standar keselamatan kerja.

Penghentian aktivitas penambangan itu, katanya, disampaikan kepada para penambang karena kegiatan mereka tidak berizin sebagaimana diatur dalam undang-undang.

"Kegiatan penambangan yang dilakukan dengan pola 'rajuk' atau apung itu juga sangat berisiko terjadinya kecelakaan kerja yang mengakibatkan orang meninggal dunia, karena peralatan pendukung penambangan tidak memenuhi standar keselamatan kerja dan masih tradisional," kata dia.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya kembali aktivitas penambangan liar di lokasi tersebut, PT Timah Tbk akan segera memasang batas laut yang masuk WIUP PT Timah.

Selain itu, kata dia, PT Timah Tbk saat ini juga sedang mengupayakan uji coba ponton isap produksi atau alat penambangan timah di laut yang memenuhi standar K3 yang sedang diujicoba di wilayah laut Tempilang sebanyak tiga ponton.

"Kami harap mereka bersabar untuk menunggu uji kelayakan ponton isap produksi tersebut," katanya.

Imbauan itu disampaikan Kapolres Djoko Purnomo usai sosialisasi kepada masyarakat yang melakukan usaha penambangan di areal laut dengan menggunakan peralatan tambang inkonvensional (TI) sistem apung atau rajuk di wilayah laut Desa Air Putih, Kecamatan Muntok. Sosialisasi itu dilaksanakan di balai desa setempat.

Pada kesempatan itu, hadir antara lain Kasat Polair AKP Sahbaini, Kasat Binmas AKP M. Hasbi J.R., Kepala Polsek Muntok AKP S. Sophian, Kabag Pengamanan Laut PT Timah Tbk KBP (Purn) Ade Subanda, dan perwakilan PT Timah serta Kepala Desa Air Putih dan Kepala Dusun Kemang Masam.

Para pemilik ponton TI apung atau rajuk yang hadir sekitar 25 orang yang terdiri atas para penambang berasal dari Dusun Tanjung Ular, Jungku, dan Kemang Masam.

Oleh Donatus Dasapurna Putranta

Sumber: 
ANTARANEWS