PPI MUNTOK BELUM BERFUNGSI MAKSIMAL

Muntok, Bangka Barat, 1/2 (ANTARA) - Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muntok, Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung sampai saat ini belum dapat berfungsi maksimal seiring minimnya fasilitas pendukung kebutuhan nelayan.

"Aktivitas sehari-hari di PPI Muntok baru transaksi pelelangan ikan hasil tangkap nelayan di tempat pelelangan ikan (TPI), sementara kegiatan lainnya belum ada," kata Kepala PPI Muntok, Febriansyah di Muntok, Rabu.

Ia menjelaskan, fasilitas umum untuk mendukung kebutuhan nelayan belum ada, seperti stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan (SPBN), bengkel kapal, pabrik es, bak penampungan air bersih, tempat istirahat nelayan terutama untuk nelayan dari jauh yang ingin bermalam.

Untuk melengkapi kebutuhan nelayan tersebut, katanya, pada 2012 di komplek PPI Muntok akan segera dibangun SPBN dengan menggunakan anggaran APBN, menara penampungan air bersih yang dibiayai Pemprov Babel dan memperpanjang tempat sandar perahu sepanjang 100 meter.

Menurut dia, lokasi PPI Muntok yang ada saat ini dinilai terlalu sempit untuk dapat dijadikan komplek PPI modern mengingat lokasi berdampingan langsung dengan Pasar Muntok, ke depan perlu adanya perluasan lokasi tersebut.

"Kami berharap ke depan di lokasi PPI Muntok tersedia los tempat pelelangan ikan, gudang garam, tempat penginapan nelayan, bengkel kapal dan jala, mushola, kantor syahbandar dan SDM pendukung yang memadai," ujarnya.

Selain berbagai fasilitas yang belum tersedia, katanya, pihaknya juga masih kesulitan mengoperasikan PPI secara maksimal karena keterbatasan SDM.
Saat ini, pihaknya hanya dibantu tiga orang PHL yang membantu adminstrasi transaksi di TPI.

Menurut dia, dibangunnya PPI tersebut diharapkan semua transaksi ikan hasil tangkapan nelayan setmpat dapat diawasi dan tercatat sehingga ikan yang ditangkap dari perairan Bangka Barat tidak dijual di luar daerah meskipun nelayan yang menangkap berasal dari daerah lain.

"Kami mengupayakan tempat tersebut dapat menjadi pusat transaksi hasil laut di wilayah Bangka Barat, sehingga masyarakat mudah mendapatkan ikan dan segala keperluan nelayan," ujarnya.
Menurut data, jumlah nelayan di Bangka Barat sebanyak 1.861 orang, yang tersebar di Kecamatan Muntok 385 orang, Simpang Teritip 358 orang, Tempilang 478 orang, Kelapa 213 orang dan Jebus 427 orang.
Untuk luas laut, Kabupaten Bangka Barat memiliki luas laut 169.028,1 hektare atau 1.690,281 kilometer persegi dengan panjang garis pantai kurang lebih 273 kilometer.
"Dengan lengkapnya fasilitas di PPI Muntok, diharapkan kedepannya hasil tangkapan nelayan dapat dikumpulkan dalam satu tempat dan dapat didistribusikan melalui satu pintu sehingga dapat menjaga kestabilan harga," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News