SATPOL PP KEMBALI RAZIA KARAOKE TANJUNG KALIAN

         Muntok, Bangka Barat, 13/5 (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung kembali menggelar razia di tempat-tempat hiburan karaoke di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok.

        "Kami menggelar operasi penertiban pada Minggu (13/5) dini hari, menindaklanjuti informasi yang didapat, ada pengusaha tempat hiburan malam yang melanggar kesepakatan dengan kembali membuka tempat usahanya," ujar Komandan Peleton Satpol PP Bangka Barat, Ahmad Yani di Muntok, Minggu.

        Ia menjelaskan,dalam operasi yang digelar tadi malam, pihaknya berhasil menjaring satu orang pekerja karaoke berinisial Wul (27) yang pada saat pemeriksaan tidak memiliki identitas, personil juga berhasil mengamankan dua peti bir putih.

        Pada saat operasi digelar, sempat ada kendala di lapangan karena pengusaha tempat hiburan mengajak 'negosiasi' agar tempat usahanya tidak ditutup walaupun diakuinya telah melanggar kesepakatan bersama antara Pemkab dan Pemilik usaha tempat hiburan di daerah itu.

        Berdasarkan kesepakatan bersama antara Pemkab dengan sembilan pemilik usaha hiburan yang berlokasi di sekitar Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok pada Kamis (12/4/2012), para pengusaha tempat hiburan sanggup menutup sementara tempat usahanya sampai mereka mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Izin Gangguan (SIG) dan Izin Usaha Pariwisata (SUP).

        Ahmad Yani menambahkan, pihaknya sudah berberapa kali melakukan penertiban, namun ada saja pengelola usaha yang tidak mengindahkan hasil kesepakatan tersebut.

        "Pada akhir April 2012 kami sudah melakukan operasi penertiban dan berhasil menjaring 2 pemilik usaha beserta 14 anak buahnya, dilanjutkan pada Kamis (10/5) dini hari berhasil menangkap dua orang karyawan karaoke," ujarnya.

        Ia mengatakan, pihaknya akan tetap bekerja sesuai aturan dan kesepakatan serta berupaya menjaga situasi kondusif di daerah itu.

        "Kami berharap tempat hiburan malam di daerah itu tetap tutup dan tidak melakukan aktivitas apapun sampai seluruh perizinan berupa IMB, SIG dan Izin Usaha Pariwisata diterbitkan Pemkab," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News