SATPOL PP SEGEL SEMBILAN KARAOKE TANJUNG KALIAN

          Muntok, Bangka Barat, 4/6 (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, menyegel sembilan tempat hiburan malam dan karaoke di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Senin.

         "Kami terpaksa melakukan penyegelan karena mereka tidak melaksanakan kesepakatan bersama yaitu menutup sementara sampai Pemkab menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB), surat izin gangguan (SIG), dan izin usaha kepariwisataan," kata Komandan Peleton Satpol PP Bangka Barat Ahmad Yani di Muntok, Senin.

         Ia menjelaskan, dalam penyegelan tersebut Satpol PP bekerja sama dengan jajaran Polres Bangka Barat, Koramil Muntok, pihak Pemerintah Kecamatan Muntok dan disaksikan anggota organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) Muntok.

         Pada saat proses penyegelan dilaksanakan, kata dia, semua pemilik dan pekerja tempat hiburan tersebut sedang tidak ada di tempat dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya.

         "Kami lakukan penyegelan ini untuk menegakkan peraturan daerah karena seluruh tempat usaha tersebut belum memiliki izin operaional dan sudah beberapa kali kami peringatkan untuk tidak beroperasi, namun mereka tetap saja nekat dengan alasan tidak memiliki keterampilan lain untuk hidup sehari-hari," ujarnya.

         Menurut dia, langkah penyegelan ini sudah melalui kesepakatan unsur muspida dan tuntutan dari warga di sekitar tempat usaha tersebut yang terganggu dengan operasional tempat usaha tersebut.

         "Kami akan terus memantau tempat hiburan ini agar tidak beroperasi sampai mendapatkan izin sesuai aturan yang berlaku, dan jika mereka masih memaksa untuk terus membuka tempat usahanya ada kemungkinan tempat usaha tersebut digusur atau dirubuhkan" ujarnya.

         Selain itu, kata dia, setelah berhasil menyegel sembilan tempat usaha tersebut, Satpol PP akan melanjutkan program sejenis di lokalisasi Argen, Muntok dan tempat karaoke di Kecamatan Parittiga.

         "Sebelum dilaksanakan langkah penyegelan, Pemkab akan berupaya memanggil para pemilik usaha tersebut untuk sosialisasi agar mereka menutup sendiri tempat usahanya, namun jika tetap membandel akan kami lakukan penyegelan seperti di Tanjung Kalian," ujarnya.

         Selain untuk menertibkan tempat usaha sesuai izin, langkah ini diambil untuk meminimalkan praktik prostitusi di berbagai tempat usaha tersebut yang berpotensi menimbulkan  kerawanan sosial, penyakit masyarakat, merugikan kesehatan, penyebaran HIV/AIDS, penyebaran narkoba dan minuman keras, serta berbagai dampak negatif bagi generasi muda.

         Sementara itu, menurut salah satu tokoh warga Tanjung Kalian, Adnan, warga di daerah itu terganggu dengan keberadaan tempat hiburan tersebut karena tidak hanya beroperasi pada malam hari.

         "Mereka beroperasi tidak mengenal waktu, kadang pada saat menjelang Magrib mereka sudah 'jedag-jedug' dan pada Jumat siang mereka juga tidak menghentikan aktivitasnya, ini kan sudah  meresahkan." ujarnya.

         Ia menatakan, sebagai pemuka masyarakat pihaknya sudah berupaya beberapa kali mengingatkan para pemilik tempat usaha tersebut, namun tidak digubris dan mereka juga menantang 'kalau mau disegel ya segel saja'.

         "Hampir sepanjang hari dan setiap hari musik di daerah itu terdengar sangat keras, kan kasihan anak-anak mau belajar dan warga juga ingin istirahat," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara